Cari Yang Anda Butuhkan

Assalamualaikum

Sabtu, 02 Juli 2016

Keunikan pada Karya Seni Kriya


                                       

 Kebanyakan karya seni kriya yang ada di indonesia berupa kerajinan . karya-karya tersebut mempunyai keberagaman dalam bahan,teknik,pembuatan, serta corak atau motif dan kesemuanya tadi menunjukan ciri keunikan masing-masing di setiap daerah. ciri khas yang melekat dari masing-masing daerah ini karena hasil reka ciptanya di turunkan secara turun-temurun, akibatnya karya yang dihasilkan berupa karya seni tradisi yang memiliki pola,corak dan tenik pembuatan yang sama.
  Karya kriya asli bangsa indonesia diantaranya kerajinan gamelan,senjata tradisional,topeng,perkakas dapur,kain batik, dan kerajinan wayang. karya topeng dapat di jumpai di daerah-daerah,seperti di jawa tengah,yogyakarta,jawa timur,jawa barat,bali,lombok,kalimantan dan papua. ragam hias topeng ditiap daerah memperlihatkan ciri khas berbeda satu sama lain. karya - karya tersebut unik sebab hanya terdapat  di indonesia, seperti alat musik gamelan yang merupakan alat musik tradisional indonesia. oleh karena itu,pembuatannya pun juga di indonesia seperti karya kriya seni tradisional antara lain keris dan rencong,  kain batik asli yogyakarta,serta karya kriya wayang kulit.
 Selain karya kriya asli dari indonesia, ada juga jenis karya kriya yang merupakan jenis karya kriya yang dibawa pendatang ke tanah air. akulturasi budaya lokal dan budaya asing yang dibawa dari mancanegara terus berkembang menjadi karya seni rupa yang bercirikan indonesia. sebagai contoh yaitu tenun atau tapis. tradisi membuat kedua jenis karya kriya ini dibawa dari kamboja dan vietnam sekitar abad ke-8.
 Pengaruh terbesar yang dirasakan dari kedatangan bangsa bangsa seperti cina,arab,india dan eropa terhadap karya kriya tekstil terlihat pada corak atau motif yang dihasilkan,antara lain sebagai berikut.
a. motif mega mendung sebagai pengaruh dari budaya cina
b. tradisi menghias kain dengan prada sebagai pengaruh dari budaya india
c. motif kaligrafi arab dipengaruhi budaya dari timur tengah
d. motif putri salju dan cinderella pengaruh dari eropa
e. seni kruistik sebagai pengaruh dari budaya barat (belanda)
   Keunikan karya seni rupa terapan selain tampak pada motif juga tampak pada teknik pembuatannya. beberapa teknik tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Teknik cor (cetak tuang)
  Benda-benda dengan tenik cor terbuat dari logam,seperti perhiasan perak,patung perunggu dan perkakas dari bahan logam lainnya.
b. Teknik mengukir
  Teknik mengukir digunakan untuk membuat benda dari kayu,tulang da.n logam,misalnya kusen berukir,bingkai foto, dan topeng.
c. Teknik anyam
  Teknik anyam digunakan untuk membuat berbagai perkakas dari bahan bambu,daun pandan pantai,mendong dan kulit. perkakas anyaman tersebut antara lain tikar,topi,tempat tisu, dan bakul nasi.
d. Teknik tenun
  Teknik tenun digunakan untuk membuat kain tenun,yaitu dengan menjalin benang atau serat secara menyilang.
e. Teknik membatik
  Teknik membatik digunakan untuk membuat bahan pakaian bermotif menggunakan alat yaang disebut canting.
f. Teknik membentuk
  Teknik membentuk digunakan untuk membuat barang-barang seperti gerabah dan keramik dari tanah liat,juga barang-barang dari kayu,misalnya wayang golek.
 Jenis karya seni rupa terapan nusantara berdasarkan bentuknya dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
a. Rumah adat
  Rumah adat di indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam dan unik tiap daerahnya. keanekaragaman bangunan rumah adat tersebut berdasarkan pada atap,ragam hias,bentuk,dan bahan baku yang digunakan, misalnya rumah gadang dipadang bentuknya memanjang kesamping, dan rumah adat minahasa bentuknya memanjang ke belakang. rumah beratap joglo di jawa, rumah beratap bubungan tinggi di jambi, rumah beratap gonjong di minangkabau,dan rumah beratap limas terpenggal di papua.
b. Senjata tradisional
  Senjata tradisional sekarang beralih fungsi sebagai peralatan untuk bekrja,sebagai perlengkapan acara ritual,perlengkapan pakaian adat,pertunjukan seni tradisional,dan sebagai benda hias.
c. Transportasi tradisional
  Alat transportasi yang masih mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat dijumpai di wilayah nusantara,misalnya perahu,kereta kuda,pedati dan becak.
e. Seni kriya
  Bentuk karya seni kriya nusantara sangat beragam,ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. seni kriya dapat di kelompokkan menjDi seni kriya padat,seni kriya tekstil,seni kriya anyaman,dan seni kriya keramik. sebagai catatan bahwa terkadang ada yang menyamakan antara seni kriya dan seni rupa terapan,padahal seni kriya adalah bagian dari karya seni rupa terapan.


Seni Rupa Etnis Indonesia

B. Periodisasi Seni Lukis Indonesia
1. Seni Rupa Etnis Indonesia
 Seperti yang telah di ketahui, indonesia memiliki kekayaan seni budaya yang sangat beragam. ada beberapa seni rupa yang menonjol untuk di perhatikan dan di bahas secara lebih khusus, diantaranya adalah batik,wayang dan keris. ketiga jenis seni rupa ini sangat popular hingga ke manca negara.
(a). Seni Batik


  Usia senibatik di indonesia telah sangat tua, tetapi belum diketahui secara pasti kapan mulai berkembang di indonesia, khususnya di jawa. banyak negara, seperti india,cina,thailand dan malaysia, mengakui bahwa batik berasal dari sana,tetapi dalam kenyataannya , petkembangan batik yang sangat populer dan mendunia berasal dari indonesia. hal ini di buktikan dengan di adopsinya istilah batik kedalam bahasa inggris . jejak penggunaan kain batik ditemukan pada patung dan relief candi-candi. dalam perkembangan penggunaannya sejak masa di kerajaan di jawa, penggunaan batik menunjukan status kebangsawan dan ritual yang sedang di selenggarakan. misalnya,untuk motif-motif tertentu seperti parang barong dan parang rusak hanya boleh di kenakan oleh raja. kemudian, ketika ada ritual perkawinan, sang pengantin dianjurkan menggunakan batik truntum atau sidomukti yang memiliki makna harapan positif bagi sang pengantin. namun, saat ini aturan tradisi tersebut sudah kurang di taati oleh kebanyakan masyarakat.
 Jumlah motif batik tidak terhitung, motif-motif batik memiliki ciri khas ,yaitu hasil dari stilasi dan abstraksi yang di susun secara acak dan mengikuti prinsip pengulangan, selang-seling dengan arah diagonal, vertikal ataupun horizontal. dilihat dari gaya dan coraknya, motif batik di bedakan menjadi dua, yakni motif batik pedalaman dan pesisir.
 Batik pedalaman diwakili oleh surakarta dan yogyakarta warnanya cenderung berat dan gelap yang terdiri atas,biru,putih dan coklat. bentuk motif merupakan abstraksi dan stilasi lingkungan alam,seperti motif parang,garuda,hujan,kawung dan sebagainya. batik pesisir warnanya cerah,ringan dan bebas.
bentuk banyak berupa stilasi dari alam,seperti gunung,awan,burung,tumbuh-tumbuhan,naga dan kaligragi arab. hal ini diduga banyak mendapat pengaruh dari seni rupa cina karena kontak perdagangan,terutama didaerah pekalongan.
 Kemampuan kreatif menyebabkan terjadinya suatu perkembagan ,begitu juga yang terjadipada srni batik. pada tahun 1966-1970,seniman-seniman diyogyakarta melakukan eksperimenmenggunakan teknik batik menjadi srni lukis. pembaharuan ini di pelopori oleh sulardjo, seorang pengusaha batik yang bekerja sama dengan seniman lainnya,yaitu kuswadji,bagong kusudihardjo,kusanadi,abas alibasyah, gustami lalu disusul oleh amri yahya;bambang oetoro, dan lain-lainnya.dari eksperimen mereka,lahirlah motif-motif dan teknik membatik baru. batik tidak hanya sebagai kain batik yang berpungsi sebagai penutup badan,tetapi berkembang  menjadi ekspresi seni ly
ukis batik yang banyak digeluti oleh seniman seni rupa dalam dan di luar negri.
(b). Wayang




  Indonesia boleh bangga karena mewarisi kesenian wayang yang di akui sebagai warisan peradaban manusia yang berkualitas tinggi oleh lembaga kebudayaan dunia, Unesco. sama halnya dengan batik,wayang juga belum diketahui dengan pasti kapan mulainya,siapa pencipta awalnya,dan dimanatempatnya dilahirkan. ada berbagai pendapat mengenai wayang, ada yang menduga wayang merupakan hasil seni dan budaya asli indonesia yang berkaitan dengan dunia para leluhur dan pula yang berpendapat bahwa wayang berasal dari india.akan tetapi dalam misteri kenyataannya,wayang telah hadir pada relief-relief candi di jawa timur.
 Secara etimologi wayang berarti bayangan,penamaan ini karena wayang dinikmati melLui bayangannya. jenis wayang cukup banyak ,tetapi yang populer dimasyarakat adalah wayang kulit dan wayang golek .wayang kulit terbuat dari lulit binatang khususnya kulit sapi ,dan wayang golek terbuat dati kayu untuk badabndankepala dan kepala,bahan kain digunakan untuk pakaiannya. ada beberapa jenis wayang menurut daerahnya antara lain wsyang sunda,wayang jawa,wayang madura,wayang bali dan wayang sasak. wayang sunda lebih dominan wayang geknya, sedangkan wayang lainnya yang disebut wayang kulit antara daerah satu dengan lainnya berbeda dalam ungkapan  bentuknya. wayanv jawa dan madura ukuran bentuknya lebih besar dibandingkan  dengan wayang bali dan wayang sasak. wayang bali sangat mirif dengan relief pada badan candi di jawa timur.
 Berdasarkan cerita yang dilakonkan ,menurut calire Holt wayang dibedakan menjadi tiga jenis ,yaitu wayang purwa ,wayang gedhog,dan wayang madya. wayang purwa berarti wayang awal  atau mula-mula, cerita yang dilakonkan mengambil cerita hindu yang berasal dari india. cerita atau mitos hindu dibedakan menjadi empat,yaitu adiparwa, arjuna sasrabahu,mahabrata,dan ramayana. wayang madya berarti tengah ,mengambil cerita tentang silsilah raja jawa, terutama raja jayabaya dari kediri,jawa timur. secara tradisional, wayang di fungsikan untuk melakukan ruwatan atau pembersihan seseorang dari sial dan kemalangan karena waktu kelahirannya atau kondisi hidupnya. selain itu juga, untuk pembersihan desa jika dirasa terjadi  berbagai bencana,hama, dan wabah penyakit. ceritanya  .biasanya dipentaskan untuk ruwatan adalah murwakala. wayang juga berpungsi untuk mendidik masyarakat dalam hal mmoral dan agama, serta sebagai hiburan sehingga untuk menjadi seorang dalang harus menguasai berbagai disiplin dan kemampuan.
(c). Keris

   Keris memiliki sejarah yang panjang dan penyebarannya tidak hanya di jawa, tetapi hampir diseluruh indonesia, bahkan ke utara hingga pilipina dan ke barat hingga malaysia. bukti autentik tentang keris terekam pada relief candi penataran dijawa timur pada abad ke 13 dan candi sukuh pada abad ke 15. keris bagi masyarakat khususnya dijawa dan dibalitidak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi juga berpungsi sebagai pusaka keluarga yang diwariskan secara turun temurun. pada zaman kerajaan , keris sangat penting fungsinya sebagai pusaka kerajaan dan dianggap memiliki kekuatan sakti  yang melindungi keluarga raja dan masyarakat. bentuk keris ada yang bergelombang (luk) dan ada yang lurus, bagian ujung bawah (ganja) dekat gagang lebih lebar daripada ujung atasnya dan ada yang berhiaskan naga,burung,singa dan sebagainya. kadang-kadang ada yang diberi hiasan ornamen dengan emas dan permata. bahan keris terdiri aras campuran jenis logam ,seperti besi,baja,tembaga,nikel ditempa dan dibentuk menjadi satu kesatuan.

periodisasi seni rupa indonesia


  Seorang ahli yang bernama Claire Holt kesulitan membagi tahap perkembangan seni budaya indonesia karena setiap daerah perkembangannya tidak sama. ada daerah yang masih berada dalam tahap zaman prasejarah, ada daerah yangtelah memasuki zaman modern. namun, ia berusaha membuat periodesasinya sebagai berikut.
 1. Zaman Prasejarah
   Zaman prasejarah tentang rentang waktunya sangat panjang sampai manusia mengenal tulisan yang kemudian di sebut zaman sejarah. Zaman prasejarah indonesia berakhir pada abad ke 4 dengan di ketemukannya tulisan berupa prasasti pada batu. Zaman prasejarah indonesia di klasifikasikan menjadi beberapa zaman sebagai berikut.
(a). Zaman paleolitikum (zaman batu tua)
   Rentang waktunya tidak jelas, wujud, dan ciri peninggalannya berupa alat-alat batu yang di pecah secara kasar dan di duga di gunakan sebagai alat pemotong, penumbuk, dan kapak. periode ini merupakan yang terpanjang dalam sejarah kemanusiaan. pada zaman ini manusia hidup tidak menetap atau nomaden, yaitu berpindah-pindah sebagai pemburu dan pengumpul makanan, tinggal dalam gua, menggunakan  alat batu untuk keperluannya sehari-hari, seperti alat pemotong dan alat pemecah. mereka sudah menggunakan api dan memiliki sistem kepercayaan dengan berpusat kepada magis dan supranatural.
(b). Zaman Mesolitikum (Zaman Batu Pertengahan)
   Rentang waktunnya juga tidak jelas, di perkirakan 10,000 tahun yang lalu. wujud dan ciri peninggalannya banyak terdapat di indonesia timur berupa benda-benda yang terbuat dari tulang, kerang, dan tanduk, serta lukisan dinding pada batu gua. manusia pada zaman ini sudah mulai bercocok tanam dan memelihara ternak. mereka hidup berkelompok, menggunakan panah untuk berburu dan membuat manik-manik serta gerabah . selain itu, mereka juga membuat lukisan pada dinding gua-gua berupa bentuk tangan, kaki,serta binatang, seperti kadal, kura-kura, burung dan benda-benda langit beripa matahari, bulan, serta perahu. menurut para ahli hal ini memiliki hubungan dengan kepercayaan mereka, misalnya entuk tangan merupakan tanda berduka jika  keluarga mereka ada yang meninggal dunia, bentuk kadal  sebagai nenek moyang dan bentuk ikan menandakan bahwa kehidupan mereka bergantung dari menangkap ikan.




(c). Zaman Neolitikum (Zaman Batu Baru)
   Diprkirakan rentang waktunya mulai dari 2500-1000 SM. periodesasinya berbeda secara geograpis, misalnya asia tenggara berbeda dengan asia barat daya. peninggalan zaman ini di indonesia diperkirakan banyak di penaruhi oleh imigran dari asia tenggara berupa pengetahuan tentang kelautan,,pertanian,dan peternakan srperti kerbau,babi dan anjing. alat-alat berupa gerabah,alat pembuat pakaian kulit kayu,tenun,teknik pembentukan kayu dan batu dalam bentuk mata panah,lumpang,beliung,hiasan kerang,gigi binatang,dan manik manik. seiring dengan berkembangnya keterampilan dan kemampuan bervcocok tanam yang di bantuoleh kerbau untuk mrmbajak tanah ,kerbau juga dijadikan sebagai binatang simbolik tentang kekuatan dan kekuasaan. hal ini menjadi bagian kehidupan adat istiadat dalam masyarakat sumatera barat,kalimantan dan sulawesi.
(d). Zaman Megalitikum (Zaman Batu Besar)
   Pada zaman ini,peninggalan yang menonjol adalah bentuk-bentuk menhir atau tugu oeringatan,tempat duduk dari batu,altar,bangunan berundag,peti kubur atau sarakopagus,bentuk-bentuk manusia,dan binatang yang di pahat pada batu-batu dengan ukuran besar. peninggalan ini banyak terdapat di sulawesi tengah.
  Bangunan berundak memiliki hubungan kepercayaan kepada leluhur dan krpada yang suci bahwa bagian yang lebih tinggi adalah tempat suci, yaitu gunung. oleh karena itu,bangunan suci srbagai tempat pemujaan leluhurbanyak di bangun ditempat yang tinggi . penerapan konsep, ini sampai sekarang masih digunakan masyarakat hindu dharma di bali dalam membuat tempat tinggal terutama pura.
(e). Zaman Perunggu (Zaman Logam)

   waktunya di perkirakkan kurang lebih 300 SM. peninggalan yang nyata dari zaman ini adalah peralatan yang di buat dari periunggu. gambar-gambR tentang burung terdapat pada genderang, burung enggang memiliki hubungan dengan kepercayaan hidup setelah kematian dan kebangkitan. sehubungan dengan itu burung merupakan simbol dari dunia atas, kepercayaan ini terdapat di kalimantan dan sumatra utara. selain bentuk burung, peninggalan zaman perunggu yang menonjol adalah benda yang di sebut nekara. benda tersebut di duga sebagai alat upacara sehingga sampai sekarang di sucikan oleh masyarakat di tempat nekara itu berada. nekara yang terbesar saat ini berada di pura penataran sasih di pejeng, bali. berdasarkan dongeng tradisi lisan , masyarakat bali mengganggap nekara itu bagian  dari bulan yang jatuh di bali. hiasan pada badan nekara banyak yang berupa bentuk geometris, tetapi juga hiasan muka manusia,. burung, gajah, bahkan kodok. teknik pembuatannya di perkirakan oleh para ahli menggunakan teknik cetak cor yang di sebut a cire perdue, dan menyebar dari benua asia atau indonesia bagian barat ke arah timur sampai di pulau alor.