Cari Yang Anda Butuhkan

Assalamualaikum

Tampilkan postingan dengan label CERITA SI KANCIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA SI KANCIL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juni 2016

Menjebak Kelinci-dalam dongeng si kancil




  ada seekor srigala memiliki kebun sayur. ia membuat pagar dan pohon berduri di kebunnya itu agar ia bisa mencegah orang dan hewan memasuki kebunnya.
 ada juga seekor kelinci kecil yang tinggal bersama ibunya di satu lubang yang dekat dengan kebun itu. kelinci itu keluar dari lubang itu dan menunggu sampai srigala meninggalkan kebunnya untuk mencari ayam betina yang dapat dimakannya atau yang lainnya. lalu ia keluar dari lubangnya melompat dan melompat lagi.
 ia memasuki kebun itu dari bawah pagar duri lalu memakan sayuran dikebun itu khususnya wortel dan memotonginya. setelah kenyang dan puas ia meninggalkan kebun itu, pulang lagi ke lubangnya.
 ibunya selalu menegur apa yang telah dilakukan kelinci itu dan menakut-naakutinya dengan srigala itu. ibunya berkata padanyay,"jangan pergi ke kebun srigala lagi,hai anakku" dengarkanlah nasihat karena itu jika ia berhasil menangkapmu,maka ia akan memakanmu".
 srigala itu sendiri setiap kali kembali ke kwbunnya, ia menemukan wortelnya telah termakan dan terpotong-potong. srigala itu pun terheran-heran dan berpikir dalam hati,"siapa yang berani masuk kepagarku dan memakan wortel ku?"
 pada suatu hari, srigala itu bersembunyi dibelakang pohon. ia menunggu agar ia bisa tahu hewan yang masuk ke kebunnya,memotomg-motong,dan memakannya. kemudian kelinci itu keluar dari lubangnya dan melompat-lompat. kelinci itu lalu masuk ke dari bawah duri. lalu sampailah ia ke kebun itu dan mulai makan wortel di kebun itu.
 "kurang ajar!" hadi kelinci ini yang berani masuk dan makan buah wortelku!" ketika srigala itu hendak menangkapnya, kelinci itu berlari sekencang-kencangnya dan kembali lagi kelubangnya. waktu itu srigala tidak berhasil menangkapnya.
 kemudian ia masuk kepelukan ibunya dengan terengah-engah. ibunya bertanya padanya,"apa yang terjadi padamu?". kelinci itu menceritakan pada ibunya apa yang dilakukan srigala padanya. ibunya pun berkata padanya,"bukankah aku telah menasihatimu dan aku mengatakan padamu supaya kamu tidak pergi ke kebun dtigala itu?"
 kelinci itu bandel dan tidak mau mendengar yang dikatakan ibunya. kelinci ini setiap hari tetap pergi ke kebun itu ketika srigala itu tidak ada. akhirnya, srigala itu berfikir untuk membuat rekayasa yang dapat membebaskannya dari kenakalan kelinci ini. ia lalu pergi dan mengumpulkan getah pohon akasia yang ada diseekitarnya.
 ia lalu membuat patung kelinci dari getah ini yang serupa dengan kelinci bandel ini. ia lalu meletakan patung ini ditengah-tengah kebun. "nah, kelinci nakal itu pasti akan meremehkan jebakannku ini",pikir srigala.
 ketika kelinci itu keluar dari lubangnya dan masuk ke kebun melalui celah di bawah duri seperti biasanya. kelinci itupun menemukan patung buatan srigala itu ditengah-tengah kebun.ia menduga kalau patung itu adalah kelinci yang lain. kelinci itu lalu menghampiri patung itu dan berdiri dihadapan patung itu..
 kelinci itu berkata pada patung,"apa yang kamu lakukan dikebun ini?"namun patung kelinci itu tidak menjawabnya. kelinci itu berkata lagi,"mengapa kamu tidak mau menjawabnya?". apakah kamu mengira kamu lebih kuat dari aku?"kelinci itu pun lalu memukul patung iyu dengan tangan kanannya. tentu saja tangan kanan kelinci itu lengket karena getah itu"menangkapnya" dan ia tidak mampu melepaskan tangannya.
 kelinci itu lalu memukul patung kelinci tu dengan tangan kirinya. getah itu juga"menangkap" tangan kirinya. kelinci itu berusaha melepaskan diri. ia bergerak-gerak kekanan dan kekiri, namun ia tryap tidak berhasil. drigala yang melihatnya dati kejauhan tertawa puas melihat jebakabnya  berhasil.
 pada saat itulah, srigala itu keluar dari balik pohon dan berkata pada kelinci, sekarang kamu kena perangkap". aku harus membiarkannmu mendapat hukuman dengan getah ini. kelinci itu lalu berkata pada srigala,"tidak,aku babhagia seperti ini.getah ini tidak menyiksaku. aku batu merasakan disiksa atau dihukum jika kamu melemparkanku kepagar duri itu".
 mendengar itu,srigala pun berkata lagi,"baiklah!" kika duri itu bisa membuatmu jera maka aku akan melemparkannmu kesana. lalu srigala melepaskan kelinci dan melemparkannya ke duri itu. tapi pada saat ia di lemparkan srigala itu ke duri, maka ia langsung loncat-loncat dan berlari jauh lalu kelinci masuk lagi kelubang.
 ketika ibunya melihatnya, ibunya menemukan rambut kelinci itu tercakar,kulitnya terlem, dan kulitnya terkelupas. lalu ibunya menanyakan mengenai apa yang dilihatnya itu.
"apa yang terjadi denganmu?"
kelinci itu lalu menceritakan pada ibunya mengenai srigala itu. ibunya pun dengan kesal berkata lagi pada kelinci itu.
"kamu pantas mendapatkan semua itu. itulah balesan anak yang bandel yang tidak menurut ibunya". semenjak saat itulah, kelinci itu tidak pergi lagi ke kebun srigala.


Si Kucing Dan Srigala-dalam dongeng si kancil



 seekor kucing betina memiliki sebuah rumah dekat hutan. di sebelah hutan itu terdapat ladang semangka, ketimun, melon, dan labu. di hutan itu terdapat sebuah desa. di desa itu banyak sekali anjingnya. pada suatu hari, kucing betina itu melahirkan dua ekor kucing. satu kucing berwarna hitam, satu kucing berwar.a abu-abu. kucing abu-abu ini semenjak lahirnya nakal sekali. ia tidak pernah mentaati semua yang dikatakan ibunya.
 ibunya memakan petith, ibunya berkata padanya,"hei petith,jangan keluar hutan sendirian. kamu masih kecil dan hutan ini banyak sekali anjingnya. anjing-anjing itu membenci kita. anjing-anjing itu adalah musuh kita. bisa saja anjing-anjing itu memakan kita". tapi petith ini tidak menggubris sedikit pun apa yang dikatakan ibunya.
pada suatu sore,ibunya keluar dari rumah dan meninggalkan kedua anaknya itu, ibunya berpesan pada mereka untuk menunggunya sampai ibunya itu pulang kembali. petith abu-abu ini ingin keluar dan pergi ke sawah. ia lalu keluar rumah. ia melihat-lihat di sekelilingnya untuk meyakinkan ibunya telah pergi jauh. lalu ia pun berjalan menuju ke sawah dan berjalan terus.
 disana ia menemukan banyak batu. dibatu-batuan itu terdapat banyak sekali tikus. petith inipun mulai mwnyerang tikus-tikus itu dan terus mengejarnya dari satu batu ke batu yang lain hingga malampun tiba. petith abu-abu ini memikirkan ibu dan saudaranya. ibunya pastilah telah pulang ke rumah dan ibunya tidak menemukannya. petith lalu segera pulang kerumah. namun pada saat ia berjalan di jalanan, tepat dikepalanya jatuh setitik air, titik kedua, titik ketiga. ia lalu melihat ke atas dan ia tidak mengetahui darimana datangnya air itu. akhirnya hujan itu turun deras sekali seperti banjir. ini kali pertama petith abu-abu itu menyaksikan hujan,mendengar petir,dan melihatt kilat. anginnya juga berhwmbus kencang. ia pun ketakutan dan mulai mengeong,"meong...meong..." ia ia merasa kedinginN dan bulunya pun basah kuyup.
  kucing abu-abu itu lalu berlari untuk melindungi  dirinya dari hujan dan bernaung di bawah pohon. namun hunan tak henti-hentinya turun. ia lalu melihat di sekwlilingnya dan menemukan tengkorak besar yang memiliki sisi tang terbuka. lubang tengkorak ini hanya cukup untuk kucing itu memasukinya. didalam tengkorak itu, ia menemukan bagian dalamnya halus dan hangat  seakan-akan tengkorak itu adalah rumah ibunya. petith abu-abu ini pun merasa capek lantaran terlalu lama berlari dan hujan yang terlalu dwras. ia pun tertidur. pada akhir malam, hujan baru reda. di hutan ini terdapat seekor musang. musang ini keluar mencari makanan untuk anak-anaknya yang masih kecil, ia pergi keladang sema.gka. diladang itu musang ini melihat tengkorak besar. ia pun senang sekali melihatnya dan memotong-motongnya. ia pun lalu mengikat tengkorak itu di ekornya dan menariknya kerumahnya untuk makanan anak-anaknya.
 sesampainya dirumah, musang itu memecah-mecah tengkorak itu, dan berkata pada anak-anaknya",ini adalah mKAnan kalian,makanlah. aku akankeluar lagi unruk mencari makanan lainnya untukku sebelum matahari twrbit"
 lalu musang itu keluar dan meninggalkan anak-anaknya.
pada saat anak-anak musang itu mulai memakan tengkorak itu, petith abu-abu ini terbangun. kemudian ia melihat disekelilingnya ia menduga anak-anak musang itu adalah saudaranya. ia lalu mulai bermain-main bersama anak-anak musang itu.
 tapi anak-anak musang ini ketika menemui petith ini diantaranya mereka, anak-anak musang itu merasa keberanian. akhirnya mereka tidak mau menerima petith. mereka pun tahu kalau kucing itu bukanlah golongan mereka.
 mereka pun mulai memukulinya dan menggigitnya dengan taring mereka. petit lalu mengetahui itu, ia pun mulai membela diri dan memukul mereka juga. tapi karena mereka lebih banyak dan lebih kuat, mereka berhasil melukai telinga dan ekor kucing itu.
 pada saat induk musang-musang itu pulang, ia mendengar beberapa suara anak-anaknya dan teriakan mereka didalam rumah. ia lalu melihat dan menemukan petith abu-abu. musang ini lalu menerkam kucing bandel ini dengan taringnya dan mengeluarkannya dari rumah. musang ini memukul petith dari sekitar kepalanya hingga petith ini merasa pusing. lalu musaang itu melemparkannya dengan segala kekuatannya jauh dari rumahnya.
 petith ini tersangkut di atas pelapah pohon dan jatuh ketanah. ia terus berada disana hingga ibunya melewati tempat itu dipagi harinya. ibunya telah mencarinya semenjak semalam. ibunya lalu membawa dengan mulutnya dan menarik pulang kerumahnya.
 petith lalu jatuh sakit dalam beberapa hari, setelah sembuh ia lalu menceritakan mengenai apa yang terjadi pada ibunya dan saudaranya. saudaranya si kucing hitam mencela apa yang dilakukannya itu. "kamu sih tidak mau patuh pada nasihat ibu!".
 "ya,lain kali aku takkan mengulanginya lagi",kata petith

kaki petith ini patah. ia pun menjadi pincang setiap kali berjalan. ia ppun di gelari saudaranya dengan panggilan, "petith abu-abu yang pincang".

Betina Yang Cerdik-dalam dongeng si kancil




  ada seekor ayam betina hidup sendiri. ia tinggal dirumahnya yang terletak ditengah kebun pinggiran hutan. setiap hari ia keluar dari rumahnya untuk mencari makan. setelah kenyang ia pulang dan menutup pintu rumahnya rapat-rapat. sedang di hutan terdapat srigala kecil yang hidup berrsama ibunya. srigala ini tiap harinya mendengar suara ayam betina yang berbunyi,"kuk, kuk, kuk, kuk, kuk, kuk,". ia pun berpikir mengenai ayam betina itu dan bergumam, "ah, andai saja aku mampu menerkap ayam betina ini dan memakannya, pasti dagingnya enak sekali.
 berulang kali ia berusaha untuk menerkam ayam betina itu namun tidak pernah berhasil. karena setiap kali sang srigala melihat ayam betina ini dan bersiap menuju ke arahnya untuk menerkamnya, ayam betina itu telah mengetahuinya lebih dulu dan segera berlari kerumahnya. lalu menutup pintu rumahnya.
pada suatu hari, srigala itu berkata pada induknya, "bu, aku akan pergi untuk menerkam ayam betina. aku akan membawanya kesini agar kita bisa memasaknya,"
 kamu sebelumnya pernah berusaha tapi tak pernah berhasil, lalu apa manpaatnya kepergianmu hari ini?"
srigala itu pun berkata, "aku tidak akan kembali hari ini sebelum membawa ayam betina itu",induknya lalu memberinya sebuah kantong yang telah dibuatnya untuk srigala kecil. kantong ini besar sekali dan muat untuk ayam betina itu. srigala kecil pun pergi dan bersembunyi di belakang rumah si ayam betina. ia menunggu cukup lama sambil membayangkan betapa lezat daging ayam betina itu jika dimasak.
 sore harinya ayam betina itu pulang dan hendak masuk kerumah. namun perasaannya tidak enak. ada sesuatu yang tak beres. ia bergerak dengan hati-hati. srag! nah, srigala itu langsung  menyerang ayam betina itu.
 namun ayam betina itu loncat dan terbang ke bagian atas rumahnya. ayam itu lalu nemplok berdiri dipagar. sedangkan srigala sendiri berdiri dibawahnya. stigala itu lalu berkata, "kesini, turunlah kita bermain bersama. kesinilah kita adalah kawan.".
ayam betina itu berkata, "selamanya aku tidak akan turun untukmu. aku tidak percaya padamu".
srigala itu berdiri di bawah ayam betina dan berkata, "aku akan bermain sekarang agar aku bisa memperlihatkan padamu bagaimana kita bisa bermain bersama", srigala itu pun mulai berputar sekitar dirinya,berputar lagi,berputar lagi dan terus berputar.
 ia juga berputar mengelilingi sekitar ayam betina yang ada di atas. mula-mula si ayam tertarik, namun lama-lama ia bingung dan pusing, tak lama kemudian ia jatuh ketanah.
srigala pun langsung menerkamnya dan meletakannya kedalam kantong lalu membawanya pergi. ia bermaksud pulang kembali ke induknya. wajahnya berseri-seri. "bakal makan enak aku kali ini!" katanya dalam hati. perjalanannya lama sekali. rumah sang srigala jaraknya cukup jauh dari rumah ayam betina itu.
ditengah jalan srigala merasa keletihan. lalu ia meletakan kantong itu untuk beristirahat. lalu ayam betina itu sadar dan mengetahui bahwa ia sedang didalam kantong. lalu apa yang di lakukan? dikantong itu terdapat celah yang tidak sempat di perhatikan oleh srigala itu. lalu ayam betina memperlebar lagi hingga celah itu muat untuk ayam itu keluar dari kantong si srigala.
 lalu ia keluar dari kantong itu, ada sebongkah batu di tanah, dengan sikap ia meletakannya didalam kantong. lalu ia lari secepatnya. srigala itu tidak merasa mengenai apa yang sedang terjadi karena ia begitu keletihan.
setelah istirahat dirasa cukup, srigala itu pergi dengan membawa kantong kerumahnya. ketika ia telah dekat dengan rumahnya, ibunya keluar untuk menyambutnya. melihat kantong yyang berat, induknya juga bergembira. mereka berkeliaran ke arah kuali. lalu srigala itu masuk dan berkata, "angkat tutup kuali itu juga sekarang bu?". angkatlah dan saya akan membuka kantong ini tepat diatasnya dan meletakan ayam betina itu".
induknya itupun mengangkat tutup kuali dan srigala membuka kantong dan menjatuhkan apa yang ada di dalam kantong itu. lalu ada sesuatu yang jatuh. "blugh..."air pun mendidih dan menumpahi srigala dan ibunya. tubuh dan wajah keduanya terkelupas karena dan keduanya menjerit.

 ketika keduanya mengibaskan air panas dari tubuh keduanya, rasa sakitnya hilang, ia lalu menuju kuali itu untuk mengeluarkan ayam betina, namun keduanya tidak menemukannya! mengapa kedua.ya tidak menemukannya?

Hakim Yang Cerdik-dalam dongeng si kancil



  di tepi hutan yang subur ada sapi betina, sapi jantan dan anak mereka seekor sapi yang baru menginjak remaja.
 pemandangan tepi hutan yang indah dan rumput yang hijau, subur mwmbuat mwreka gembira.
anak sapi berlarian kesana kemari.
"bu saya mau jalan ke tepi sungai".
"boleh tapi jangan jauh-jauh ya!"kata bu sapi.
"iya bu....!"
sapi muda itu berjalan ketepi sungai,ia melihat berbagai hewan kecil di srkitar sungai. hatinya merasa senang ketika melihat katak berloncatan kian kemari. tak terasa ia sudah sangat jauh meninggalkan tempat kedua orang tuanya..
"toloooong..!" tiba-tiba ia mendengar suara merintih. aih, di depan dana ada seekor buaya yang sedang tertindih pohon yang patah.
"tolong,tolonglah aku...."rintih buaya dengan suara memelas.
"kau ini kenapa pak baya?"tanya sapi sambil mendekat.
"aduh sapi yang baik,sudah dua hari aku tertindih kayu besar ini'.
"siapa yang menindihmu pak baya?"
"gara-gara gempa bumi yang lalu. sekarang tolonglah aku sapi yang baik".
"ah,kurasa aku tak bisa menolongmu",kata sapi.
"lho?"kenapa kau pasti kuat mendorong kayu yang mwnindihku ini".
"kenapa?
 sapi teringat akan pesan ibunya bahwa bangsa buaya tidak bisa di percaya,mereka licik sekali. suka makan daging hewan lainnya.
"tidak,aku tidak akan menolongmu",kta sapi
"kalau kau ku tolong nanti kau akan memangsaku".
"jangan kuatir aku tidak akan mwlukaimu"
"tidak!" aku tak bisa mempercayaimu".
"oh,sapi yang baik,apakah kau tidak kasihan padaku,sudah dua hari aku tersiksa begini,tak bisa makan tak bisa minum,dada terasa sesak.
"tapi kau binatang jahat!"potong sapi.
"oh,sapi yang baik,itu kan dulu. setelah tertindih kayu begini aku sadar bahwa aku memerlukan hewan lain,maka sekarang aku bertobat,tidak akan memakan hewan lain kecuali hewan itu telah mati sendirii. aku tobat,tolonglah aku,huk...huk...huk..."
rayuan buaya sambil mengeluarkan air mata. sapi muda terpengaruh. lama-lama ia merasa kasihan juga.
"baiklah aku akan menolongmu,tapi janji yaa jangan mencelaka kanku"
"iya aku janji percayalah!"
lalu sapi berusaha mendorong kayu itu sekuat tenaganya,dan akhirnya plong! buaya terlepas dari tindihan kayu.
 tapi...astaga! begitu terlepas dari tindihan kayu buaya itu  langsung meloncat ke punggung sapi dan menwrkam punuk si sapi.
"aduhhhh....!pekik sapi kesakitan. "kenapa kau menggigit punukku?"
" lho?"aku jan sudah minta tolong kepadamu,bahwa aku twrtindih kayu srlama dua hari,yidak makan dan tidak minum.
"sekarang kau harus menolongku bebas dari rasa haus dan lapar!"
"dengan memakan dagingku?"tukas sapi.
"betul, sekaligus mwnghirup darahmu".
"dasar buaya licik, tak tahu balas budi!"
"sudah sapi muda yang bodoh!" sergah terimalah nasibmu".
"tidak! ini sudah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang".
"tidak! aku tak bisa terima.
"kau bisa bertanya pada makhluk yang lain, bolrh hewan boleh benda apa saja, pasti mereka akan membenarkanku", sahut buaya.
"ya,aku akan minta keadilan pada yang lain".kata sapi
 kebetulan saat itu ada tikar lapuk hanyut di sungai. sapi menceritakan kejadian yang menimpanya dan meminta pendapat tikar lapuk. apa jawabnya?
 "itu sudah benar, terimalah nasibmu. aku juga mengalaminya,ketika keadaan ku masih baru aku dipakai,jika kotor di bersihkan tapi setelah lapuk dan banyak yang bolong aku di buang ke sungai begitu saja""
"nah,benar kan kataku", sahut buaya
"tidak, nah itu ada keranjang hanyut!", protes sapi. tapi ketika keranjang itu ditanya jawabnya persis seperti tikar.
"ketika masih baru dan utuh aku dipakai, kini setelah aku rusak dibuang kesungai begitu saja".
"nah benar kan?" sahut buaya.
 tiba-tiba ada seekor bebek betina tua berenang, sapi dan buaya meminta pendapat bebek.
"kukira buaya benar, sebab manusia juga kejam, ketika aku masih muda dan bisa bertelur aku dipelihara,sekarang ketika aku sudah begini aku mau disembelih, untungnya aku bisa melarikan diri, jadi tirulah perbuatan manusia,mereka mau enaknya sendiri".
"hohohoho...mau mengadu kemana lagi kau sapi".
saat itu kebetulan kancil lewat di depan buaya dan sapi. kali ini buaya yang meminta pendapat dari kancil. ia yakin kancil juga akan membenarkan pendiriannya.
 "kalu aku diminta menjadi hakim, aku harus tahu awal kejadiannya",kata kancil. "apakah kalian keberatan jika mengulang awal kejadian yang kalian alami?"
 "tidak!" aku tidak keberatan", sahut buaya. maka dilakukanlah pengulangan itu. buaya kembali ketempatnya semula sapi mengembalikan kayu besar ke punggung buaya.
"benarkah kejadiannya seperti ini?"tanya kancil.
"benar!"jawab sapi dan buaya bersamaan.
"lalu pak baya memanggilku agar aku mau menolongnya",sahut sapi.
 kancil mendekati sapi dan berbisik lirih," ayo kita tinggalkan buaya jahat ini.
sapi baru sadar ini kesempatan baginya lolos dari bahaya maut. tanpa basa basi lagi sapi mengikuti lari arah kancil yang sudah meloncat lebih dulu.
"hei......tungguuu...!"jangan pergi dulu....!"teriak buaya.

tapi sapi dan kancil tak menghiraukannya. makanya jangan terlalu rakus dan tak tahu balas budi akibatnya bisa celaka sendiri.

Hakim Yang Cerdik-dalam dongeng si kancil



  di tepi hutan yang subur ada sapi betina, sapi jantan dan anak mereka seekor sapi yang baru menginjak remaja.
 pemandangan tepi hutan yang indah dan rumput yang hijau, subur mwmbuat mwreka gembira.
anak sapi berlarian kesana kemari.
"bu saya mau jalan ke tepi sungai".
"boleh tapi jangan jauh-jauh ya!"kata bu sapi.
"iya bu....!"
sapi muda itu berjalan ketepi sungai,ia melihat berbagai hewan kecil di srkitar sungai. hatinya merasa senang ketika melihat katak berloncatan kian kemari. tak terasa ia sudah sangat jauh meninggalkan tempat kedua orang tuanya..
"toloooong..!" tiba-tiba ia mendengar suara merintih. aih, di depan dana ada seekor buaya yang sedang tertindih pohon yang patah.
"tolong,tolonglah aku...."rintih buaya dengan suara memelas.
"kau ini kenapa pak baya?"tanya sapi sambil mendekat.
"aduh sapi yang baik,sudah dua hari aku tertindih kayu besar ini'.
"siapa yang menindihmu pak baya?"
"gara-gara gempa bumi yang lalu. sekarang tolonglah aku sapi yang baik".
"ah,kurasa aku tak bisa menolongmu",kata sapi.
"lho?"kenapa kau pasti kuat mendorong kayu yang mwnindihku ini".
"kenapa?
 sapi teringat akan pesan ibunya bahwa bangsa buaya tidak bisa di percaya,mereka licik sekali. suka makan daging hewan lainnya.
"tidak,aku tidak akan menolongmu",kta sapi
"kalau kau ku tolong nanti kau akan memangsaku".
"jangan kuatir aku tidak akan mwlukaimu"
"tidak!" aku tak bisa mempercayaimu".
"oh,sapi yang baik,apakah kau tidak kasihan padaku,sudah dua hari aku tersiksa begini,tak bisa makan tak bisa minum,dada terasa sesak.
"tapi kau binatang jahat!"potong sapi.
"oh,sapi yang baik,itu kan dulu. setelah tertindih kayu begini aku sadar bahwa aku memerlukan hewan lain,maka sekarang aku bertobat,tidak akan memakan hewan lain kecuali hewan itu telah mati sendirii. aku tobat,tolonglah aku,huk...huk...huk..."
rayuan buaya sambil mengeluarkan air mata. sapi muda terpengaruh. lama-lama ia merasa kasihan juga.
"baiklah aku akan menolongmu,tapi janji yaa jangan mencelaka kanku"
"iya aku janji percayalah!"
lalu sapi berusaha mendorong kayu itu sekuat tenaganya,dan akhirnya plong! buaya terlepas dari tindihan kayu.
 tapi...astaga! begitu terlepas dari tindihan kayu buaya itu  langsung meloncat ke punggung sapi dan menwrkam punuk si sapi.
"aduhhhh....!pekik sapi kesakitan. "kenapa kau menggigit punukku?"
" lho?"aku jan sudah minta tolong kepadamu,bahwa aku twrtindih kayu srlama dua hari,yidak makan dan tidak minum.
"sekarang kau harus menolongku bebas dari rasa haus dan lapar!"
"dengan memakan dagingku?"tukas sapi.
"betul, sekaligus mwnghirup darahmu".
"dasar buaya licik, tak tahu balas budi!"
"sudah sapi muda yang bodoh!" sergah terimalah nasibmu".
"tidak! ini sudah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang".
"tidak! aku tak bisa terima.
"kau bisa bertanya pada makhluk yang lain, bolrh hewan boleh benda apa saja, pasti mereka akan membenarkanku", sahut buaya.
"ya,aku akan minta keadilan pada yang lain".kata sapi
 kebetulan saat itu ada tikar lapuk hanyut di sungai. sapi menceritakan kejadian yang menimpanya dan meminta pendapat tikar lapuk. apa jawabnya?
 "itu sudah benar, terimalah nasibmu. aku juga mengalaminya,ketika keadaan ku masih baru aku dipakai,jika kotor di bersihkan tapi setelah lapuk dan banyak yang bolong aku di buang ke sungai begitu saja""
"nah,benar kan kataku", sahut buaya
"tidak, nah itu ada keranjang hanyut!", protes sapi. tapi ketika keranjang itu ditanya jawabnya persis seperti tikar.
"ketika masih baru dan utuh aku dipakai, kini setelah aku rusak dibuang kesungai begitu saja".
"nah benar kan?" sahut buaya.
 tiba-tiba ada seekor bebek betina tua berenang, sapi dan buaya meminta pendapat bebek.
"kukira buaya benar, sebab manusia juga kejam, ketika aku masih muda dan bisa bertelur aku dipelihara,sekarang ketika aku sudah begini aku mau disembelih, untungnya aku bisa melarikan diri, jadi tirulah perbuatan manusia,mereka mau enaknya sendiri".
"hohohoho...mau mengadu kemana lagi kau sapi".
saat itu kebetulan kancil lewat di depan buaya dan sapi. kali ini buaya yang meminta pendapat dari kancil. ia yakin kancil juga akan membenarkan pendiriannya.
 "kalu aku diminta menjadi hakim, aku harus tahu awal kejadiannya",kata kancil. "apakah kalian keberatan jika mengulang awal kejadian yang kalian alami?"
 "tidak!" aku tidak keberatan", sahut buaya. maka dilakukanlah pengulangan itu. buaya kembali ketempatnya semula sapi mengembalikan kayu besar ke punggung buaya.
"benarkah kejadiannya seperti ini?"tanya kancil.
"benar!"jawab sapi dan buaya bersamaan.
"lalu pak baya memanggilku agar aku mau menolongnya",sahut sapi.
 kancil mendekati sapi dan berbisik lirih," ayo kita tinggalkan buaya jahat ini.
sapi baru sadar ini kesempatan baginya lolos dari bahaya maut. tanpa basa basi lagi sapi mengikuti lari arah kancil yang sudah meloncat lebih dulu.
"hei......tungguuu...!"jangan pergi dulu....!"teriak buaya.

tapi sapi dan kancil tak menghiraukannya. makanya jangan terlalu rakus dan tak tahu balas budi akibatnya bisa celaka sendiri.

Sabtu, 25 Juni 2016

Kera Yang Cerdik-dalam dongeng si kancil



  jaman dahulu, ada kera tinggal pada sebatang pohon jambu di tepi sebuah sungai. selama musim panas pohon itu akan penuh dengan buah jambu yang masak dan manis. kera memanfaatkannya untuk berpesta pora dengan senangnya.
  sebuah hari seekor buaya berkeliaran dekat pohon jambu itu. ia melihat sang kera sedang duduk pada cabang pohon itu.
  "hai kera, "kata buaya sambil tersenyum lebar. "maukah kau menjatuhkan sedikit buah jambu? aku agak sedikit lapar."
  kera itu sangat baik hati. lalu ia memetik beberapa tangkai buah jambu yang masak dan manis serta melemparkannya pada sang buaya.
  "sedap!" kata si buaya dengan cepat melahap semua buah jambu itu. "dapatkah kamu melemparkan sedikit lebih banyak lagi? aku ingin membawakannya untuk istriku dirumah."
  "oh, tentu kawanku!" kata si kera sambil melemparkan beberapa tangkai buah jambu lagi pada sang buaya. "aku harap istrimu senang juga menikmatinya."
 musim panas dengan cepat berlalu. setiap hari sang buaya menemui sang kera.
 itu satu-satunya sahabat yang aku punyai. bagaimana dapat aku menyakitinya?" tanya buaya jantan.
 "kalau begitu biarkan saja aku mati, "kata buaya betina sambil menangis.
 "oh sayangku, aku jangan kau tinggalkan mati, "kata buaya yang malang itu."sekarang juga aku akan pergi dan menjemput kera itu."
 seketika itu juga merupakan wajah buaya betina berseri-seri. sementara buaya jantansegera pergi menuju pohon jambu itu.
  "aha.....bakal kesampaian keinginanmu makan hati kera," pikir buaya betina.
  "wah buaya jantan, anda disana rupanya, "kata sikera dengan bergembira. "senang melihat anda kembali. bolehkah kulemparkanbeberapa tangkai buah jambu padamu?"
  "tidak,tidak, wahai kera, "kata buaya jantan sambil tersenyum lebar menunjukan barisan gigi giginya yang tajam"hari ini kami tak membutuhkan buah jambu."
  "mengapa demikian wahai buaya jantan? apakah kalian hari ini tidak lapar?"
  "wahai kera. hari ini istriku mengundangmu untuk makan siang. ia sangat berterima kasih padamu. lalu hati ini istriku memasakan makanan siang istimewa untukmu."
  "oh, betapa baik hatinya, "kata sikera. "aku akan senang menemanimu berdua makan siang."
  "ayolah, melompatlah ke atas punggungku. aku akancepat-cepat membawamu kerumahku, "kata si buaya.
  "horeeee!" teriak sang kera sambil berpegangan kuat-kuat pada punggung buaya.
  mula-mula si kera kesenangan. namun setelah buaya mencapai tengah sungai, tiba-tiba ia mulai berguling-guling di air.
  "hentikan gerakanmu yang membahayakan itu wahai buaya jantan,"teriak sang kera ketakutan, "aku akan jatuh bila kamu tidak menghentikannya."
  "itu memang mauku,"kata sang buaya, "aku sedang berusaha menggulingkanmu."
  "mengapa? aku kan temanmu. mengapa kamu berusaha membunuhku? "tanya si kera dengan amat terkejut.
  "isriku sakit dan ia akan sembuh hanya bila ia menyantap hatimu,"jawab buaya.
  "mengapa tak bercerita kepadaku sebelumnya?"kata kera sambil tersenyum. "bila kamu tadi bercerita padaku sebelum meninggalkan pohon jambu,tentunya aku akan membawa serta hatiku."
  "maksudmu hayimu tidak ada bersamamu sekarang ini?"kata buaya jantan.
  "tentu saja tidak,"kata si kera sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "aku tak
pernah membawa hatiku kemana pun aku pergi. aku selalu menyembunyikannya di lubang pohon jambusebelum meninggalkan tempat tinggalku itu.
"itu berarti kita harus kembali mengambil hatimu,"kata buaya yang bodoh itumempercayai setiap kata yang di ucapkan si kera.
"ya" jawab si kera,"ayo kita kembali dulusebelum istrimu bertambah parah."sang buaya dan si kera kembali kepohon jambu secepat mungkin
 segera setelah sampai, si kera cepat-cepat melompat dari pinggung buaya dan memanjat pohon.
 "kamu mengambil apa kok lama sekali?"tanya si buaya,"sudah ketemukah hatimu?"
 "hatiku selamat bersamaku, engkau buaya yang bodoh,"ketawa si kera.
 "kalau begitu cepatlah kau turun kemari,"kata buaya.
 "untuk apa? untuk kau ambil dari tubuhku?"
 "iyaaaaa....!"
 "dasar buaya bodoh! pulanglah dan beri tahu istrimu yangkejam itu untuk membuang keinginannya menyantap hati seekor kera."
 "hah!"buaya penasaran."jadi kau menipuku?"
 "istrimu juga menipumu,dia hanya pura-pura sakit belaka! kau terlalu menuruti keinginan istrimu tanpa mempertimbangkan persahabatan kita."
 "oh kera aku menyesal kini....."
 "sudahlah,kau pulang saja,dunia kita memang berbeda."
 "maafkan aku kera sahabatku,aku telah mengecewakanmu."

 "pulanglah buaya....."

Kera Yang Cerdik-dalam dongeng si kancil



  jaman dahulu, ada kera tinggal pada sebatang pohon jambu di tepi sebuah sungai. selama musim panas pohon itu akan penuh dengan buah jambu yang masak dan manis. kera memanfaatkannya untuk berpesta pora dengan senangnya.
  sebuah hari seekor buaya berkeliaran dekat pohon jambu itu. ia melihat sang kera sedang duduk pada cabang pohon itu.
  "hai kera, "kata buaya sambil tersenyum lebar. "maukah kau menjatuhkan sedikit buah jambu? aku agak sedikit lapar."
  kera itu sangat baik hati. lalu ia memetik beberapa tangkai buah jambu yang masak dan manis serta melemparkannya pada sang buaya.
  "sedap!" kata si buaya dengan cepat melahap semua buah jambu itu. "dapatkah kamu melemparkan sedikit lebih banyak lagi? aku ingin membawakannya untuk istriku dirumah."
  "oh, tentu kawanku!" kata si kera sambil melemparkan beberapa tangkai buah jambu lagi pada sang buaya. "aku harap istrimu senang juga menikmatinya."
 musim panas dengan cepat berlalu. setiap hari sang buaya menemui sang kera.
 itu satu-satunya sahabat yang aku punyai. bagaimana dapat aku menyakitinya?" tanya buaya jantan.
 "kalau begitu biarkan saja aku mati, "kata buaya betina sambil menangis.
 "oh sayangku, aku jangan kau tinggalkan mati, "kata buaya yang malang itu."sekarang juga aku akan pergi dan menjemput kera itu."
 seketika itu juga merupakan wajah buaya betina berseri-seri. sementara buaya jantansegera pergi menuju pohon jambu itu.
  "aha.....bakal kesampaian keinginanmu makan hati kera," pikir buaya betina.
  "wah buaya jantan, anda disana rupanya, "kata sikera dengan bergembira. "senang melihat anda kembali. bolehkah kulemparkanbeberapa tangkai buah jambu padamu?"
  "tidak,tidak, wahai kera, "kata buaya jantan sambil tersenyum lebar menunjukan barisan gigi giginya yang tajam"hari ini kami tak membutuhkan buah jambu."
  "mengapa demikian wahai buaya jantan? apakah kalian hari ini tidak lapar?"
  "wahai kera. hari ini istriku mengundangmu untuk makan siang. ia sangat berterima kasih padamu. lalu hati ini istriku memasakan makanan siang istimewa untukmu."
  "oh, betapa baik hatinya, "kata sikera. "aku akan senang menemanimu berdua makan siang."
  "ayolah, melompatlah ke atas punggungku. aku akancepat-cepat membawamu kerumahku, "kata si buaya.
  "horeeee!" teriak sang kera sambil berpegangan kuat-kuat pada punggung buaya.
  mula-mula si kera kesenangan. namun setelah buaya mencapai tengah sungai, tiba-tiba ia mulai berguling-guling di air.
  "hentikan gerakanmu yang membahayakan itu wahai buaya jantan,"teriak sang kera ketakutan, "aku akan jatuh bila kamu tidak menghentikannya."
  "itu memang mauku,"kata sang buaya, "aku sedang berusaha menggulingkanmu."
  "mengapa? aku kan temanmu. mengapa kamu berusaha membunuhku? "tanya si kera dengan amat terkejut.
  "isriku sakit dan ia akan sembuh hanya bila ia menyantap hatimu,"jawab buaya.
  "mengapa tak bercerita kepadaku sebelumnya?"kata kera sambil tersenyum. "bila kamu tadi bercerita padaku sebelum meninggalkan pohon jambu,tentunya aku akan membawa serta hatiku."
  "maksudmu hayimu tidak ada bersamamu sekarang ini?"kata buaya jantan.
  "tentu saja tidak,"kata si kera sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "aku tak
pernah membawa hatiku kemana pun aku pergi. aku selalu menyembunyikannya di lubang pohon jambusebelum meninggalkan tempat tinggalku itu.
"itu berarti kita harus kembali mengambil hatimu,"kata buaya yang bodoh itumempercayai setiap kata yang di ucapkan si kera.
"ya" jawab si kera,"ayo kita kembali dulusebelum istrimu bertambah parah."sang buaya dan si kera kembali kepohon jambu secepat mungkin
 segera setelah sampai, si kera cepat-cepat melompat dari pinggung buaya dan memanjat pohon.
 "kamu mengambil apa kok lama sekali?"tanya si buaya,"sudah ketemukah hatimu?"
 "hatiku selamat bersamaku, engkau buaya yang bodoh,"ketawa si kera.
 "kalau begitu cepatlah kau turun kemari,"kata buaya.
 "untuk apa? untuk kau ambil dari tubuhku?"
 "iyaaaaa....!"
 "dasar buaya bodoh! pulanglah dan beri tahu istrimu yangkejam itu untuk membuang keinginannya menyantap hati seekor kera."
 "hah!"buaya penasaran."jadi kau menipuku?"
 "istrimu juga menipumu,dia hanya pura-pura sakit belaka! kau terlalu menuruti keinginan istrimu tanpa mempertimbangkan persahabatan kita."
 "oh kera aku menyesal kini....."
 "sudahlah,kau pulang saja,dunia kita memang berbeda."
 "maafkan aku kera sahabatku,aku telah mengecewakanmu."

 "pulanglah buaya....."

Penyamaran Srigala-dalam dongeng si kancil



  seekor srigala kelaparan berkeliaran mencari makanan.
ketika itu menjelang sore dan ia belum makan apapun hari itu. merasa lelah dan lemah, akhirnya ia sampai ke sebuah desa.
"aku harap dapat menemukan sekedar makanan disini",srigala berpikir sambil betkeliaran di jalan. ia takut pada anjing dan manusia. tetapi ia sangat lapar untuk memperhatikan hal itu.
 tiba-tiba ia mendengar gonggongan anjing. diliputi perasaan takut,ia mulai berlari. anjing-anjing itu mengejarnya sepanjang jalan. ia berlari semakin cepat tetapi anjing-anjing itu semakin dekat dengannya.
melihat gerbang sebuah rumah pencelupan kain terbi
uka,ia lari masuk ke dalam. ia tidak memperhatikan sebuah bak besar bahan celup biru terdapat disana.
"byuuurr!" srigala yang malang itu terjatuh ke dalam bak dengan suara ceburan keras.
anjing-anjing itu menyalak itu segera di rumah pencelupan itu. mereka terus mencari srigala di sekitar tempat itu.
cukup lama anjing-anjing itu mencari srigala. setelah merasa gagal menemukan srigala yang bersembunyi dalam bak,mereka menyingkir pergi.
diam-diam srigala melompat keluar dari bak."terima kasih tuhan,anjing-anjing itu telah pergi",katanya dengan lega. tiba-tiba ia terkejut karena badannya sepenuhnya menjadi biru. mengapa ia menjadi biri seluruhnya. apa yang harus kuakukan sekarang?"
ia terheran-heran dan segera masuk kedalam hutan. seluruh binatang di penuhi rasa takut ketika melihatnya. "betapa anehnya makhluk itu! apakah itu nyata atau sesosok hantu?"mereka saling bertanya satu sama lain dan segera menyingkir.
 sambil meninggikan suaranya ia berteriak",aku adalah rajamu yang baru. tuhan telah mengirimku kesini untuk menjagamu". binatang-binatang itu sangat sederhana. mereka mempercayainya."
mohon maafkan kami,tuan. apa yang dapat kami lakukan untuk anda?'
srigala berkata, "kalian harus mengurus keperluanku. bawakan aku makanan yang lezat untuk santapanku sehari-hari. taatilah perintahku dan hormatlah kepadaku".
"ya tentu,wahai raja. kami akan senantiasa mengurus anda dengan baik".
"betapa bodohnya binatang-binatang ini,yang mempercayai aku. aku harap dapat hidup seperti raja selamanya,pikir srigala.
 suatu hari sang raja baru mendengar suara yang sangat di kenalnya. sekelompok srigala melolong keras dekatnya. ia sangat senang mendengar suara srigala lain setelah sekian lama. ia juga sangat gembira. "saudara-saudaraku sangan dekat adanya",pikirnya.
tak mampu mengendalikan dirinya, srigala biru mendongakan kepalanya dan melolong. segera binatang lain tahu siapa ia sebenarnya.
 terkejut dan marah mereka berkata, "kurang ajar!" betapa bohongnya dia! ia hanyalah seekor srigala. ia trlah menipu kita. ayo kita hajar beramai-ramai.

 seluruh binatang mengejar srigala biru itu, harimau dan gajah di barisan paling depan,srigala lari terbirit-birit.

Ular Tua Yang Licik-dalam dongeng si kancil




 dahulu kala ada seekor ular tinggal dalam sebuah hutan. ular ini besar tapi ia berusia lanjut dan lemah.
kebanyakan pada waktu itu ia sering kelaparan karena ia tak dapat menangkap mangsanya lagi.
 suatu hari, ular tersebut mengembara untuk mencari makanan dan ia sampai pada sebuah telaga yang penuh dengan kodok.
"kodok-kodok ini tampaknya lezat",kata ular. "aku berharap dapat menyantapnya". tetapi ketika ia datang dan mendekatinya, mereka semua melompat ke dalam dan lenyap.
"aku harus memikirkan cara untuk menipunya", ia berpikir lagi si ular menutup matanya dan tergeletak diam. kodok-kodok melihat si ular tergeletak diam dan tak berkeinginan untuk mengejar mereka.
"lihat ular itu tidak mencoba untuk menangkap kita. barangkali ia mati! ayo kita lihat! kata pangeran kodok.
"jangan,jangan,putraku,melakukannya. ia mungkin akan menelanmu".kata sang ratu kodok. tetapi sang pangeran kodok tak menghiraukan perkataan ibunya. ia mendekati ular tersebut,ketika si ular tak bergerak. ia merasa sedikit lebih berani, lalu ia mendorong ular itu sedikit. sang ular membuka matanya. si pangeran kodok ketakutan dan cepat-cepat menyingkir.
"jangan takut padaku,anakku",kata si ular. "aku tak akan menyakitimu. dahulu,aku pernah menggigit putra seorang pertapa. sang pertapa sangat marah kepadaku dan mengutukku. ia berkata aku harus melayani para kodok dengan menggendongnya berkeliling.
"apa benar demikian?" tanya pangeran kodok yang bodoh itu mempercayai cerita si ular. "ya pangeran,",kata si ular merendahkan diri. "aku adalah pelayan paduka. silahkan naik ke punggung hamba". sang pangeran kodok menaiki punggung ular yang licik itu.
"bawalah aku merayap menuju istana raja".
"turun dari ular itu segera", teriak sang ratu terkejut melihat putranya menunggangi ular.
"ya bunda, janganlah khwatir. ular ini tak akan menyakiti kita",kata pangeran kodok menceritakan srluruh pengalamannya.
"kalau demikian masalahnya kita akan senang mendapatkan tunggangan",kata raja dan ratu kodok. mulut ular menjadi basah memikirkan kodok-kodok gemuk dan lezat yang menunggangi punggungnya. tetapi ia sadar bahwa ia harus sabar.
untuk beberapa hari sang ular membawa keluarga kerajaan kodok masuk dan keluar hutan. suatu hari ia bethenti tiba-tiba.
"ada apa?"tanya pangeran kodok. "mengapa kamu berhenti?"
"selama beberapa hari ini aku belum makan aku merasa sangat lemah menggendong kalian",kata sang ular dengan sedih.
"bila kalian mengijinkan aku akan menyantap beberapa ekor kodok".
"bagaimana mungkin aku membiarkanmu memangsa rakyatku?"tanya raja kodok yang kelihatan  sangat kebingungan.
"bila kalian tidak mengijinkan aku akan segera mati dan kalian tak akan memiliki siapa pun yang akan membawa berkeliling" kata ular licik itu."kalau itu masalahnya,kamu boleh memNgsaa beberapa ekor kodok",kaata raja kodok. sang ular mulai menyantap kodok satu persatu. berangsur-angsur ia menjadi bertambah kuat.
 suatu hari ular itu tampak berkeliling mencari kodok tetapi tak menemukan seekor pun. ia pergi menghadap raja dan berkata, "tak ada seekor kodok pun yang masih tinggal dalam telaga ini".
apa benar demikian?"tanya raja kodok terkejut.
"ya!"kata sang ular menjilat bibitnya. "aku telah memangsa semua kodok satu persatuu. aku merasa lapar sekarang ini, sehingga hari ini adalah giliranmu".

"apa?"beraninya kau hendak memakanku. aku adalah raja kodok!"bentak sang raja kodok. namun si ular tak peduli,tak ada yang di takuti terhadap tiga ekor kodok itu dan ia langsung menyergap raja kodok,ratu dan pangeran kodok kecil.

Jumat, 24 Juni 2016

Salah Sangka-dalam dongeng si kancil




  di tengah hutan, ada sepasang srigala yang mempunyai anak. mereka hidup tenang dan bahagia. selalu bercanda dengan anak laki-laki mereka. kalau malam mereka bernyanyi dengan suara yang keras. sehingga penghuni hutan lainnya terganggu.
 pak harimau si raja hutan tak tahan mendengar suara bising dari keluarga srigala. pak harimau mengamuk sepasang suami istri srigala itu diserangnya. pak srigala mengadakan prlawanan, sebelum terbunuh pak srigala menyuruh anaknya yang masih kecil itu melarikan diri agar selamat.
 dengan penuh ketakutan srigala kecil melompat dan berlari sekuat tenaganya. sementara ayah dan ibunya berjuang keras melawan pak harimau yang ganas. walau bagaimana akhirnya kedua srigala itu tak sanggup mengalahkan pak harimau, mereka berdua tewas. sementara pak harimau menderita luka-luka yang cukup parah.
 srigala kecil terus berlari dan berlari hingga akhirnya tenaganya terkurang habis dan ia terjatuh ke tanah, kakinya terkilir. pada saat itu lewatlah sepasang rusa, mereka kasihan melihat srigala kecil yang kelelahan dan kakinya terkilir. srigala itu di tolongnya.
  "bu mari kita bawa pulang saja srigala kecil ini", kta pak rusa.
"iya pak, nampaknya ia tidak buas!" jawab bu rusa.
 srigala itu dibawa pulang dan dirawat hingga sembuh. kebetulan keluarga rusa belum mempunyai anak. keluarga rusa mengangkat srigala itu sebagai anak mereka.
hari berganti tahun berlalu, srigala kecil sekarang sudah menjadi besar ia juga rajin membantu kedua orang tua angkatnya sehingga keluarga rusa semakin menyayanginya.
 "aah, tidak sia-sia kita selalu menolongnya. ternyata dia menjadi anak yang berbakti". kata bu rusa pada suaminya.
 setelah hidup damai selama bertahun-tahun, bu rusa akhirnya melahirkan bayi rusa kecil yang sehat. bukan main srnangnya keluarga itu. srigala yang menjadi anak anhkat mereka pun turut bergembira mendapat seekor adik.
beberapa bulan kemudian, bu rusa sudah harus membantu suaminya menanam padi disawah. hari itu mereka menitipkan bayi rusa yang masih kecil kepada srigala anak angkat mereka untuk di tunggui.
 dengan penuh setia srigala itu memanggul adik angkatnya, jangankan diganggu hewan besar, nyamuk dan lalat yang bisa mendekati bayi rusa itu pasti dihalaunya. sehingga bayi rusa bisa istirahT dan tidur dengan nyenyak.
menjelang tengah hari sepasang rusa berjalan pulang dari saeah mereka. mereka kaget melihat serigala anak angkat mereka berlari-lari dengan keringat bercucuran.
  "pak....bapaaaaak! cepat pulang!" teriak srigala keras-keras.
"apa apa ini?" tanya pak rusa dengan hati penuh curiga ketika melihat darah berlepotan disrkitar mulut dan hidung srigala.
"mengapa kau berlari-lari disawah?"
bukankah kau menyuruhmu menunggui adikmu dirumah. jangan-jangan....hah! apakah kau telah memakan adikmu sendiri? kurang ajar.....!
"tid...tidak pak...!" pak, mulutnya penuh darah, jangan-jangan bayi kita memang telah dimakannya. hajar saja diapak, dasar srigala tak tahu balas budi!" kata bu rusa.
 tanpa menunggu penjelasan anak angkatnya, pak rusa menghajar srigala itu dengann penuh pentungan hingga srigala itu terkapar pingsan di tanah.
 lalu dengan penuh amarah yang meluap-luap srigala itu mereka lemparkan ke sungai.
"pak cepat tengok bayi kita!" bu rusa mengingatkan suaminya.
mereka segera berlari kerumah. ternyata bayi mereka masih tertidur di atas ayunan. selamat tanpa kurang suatu apa. di bawah ayunan bangkai seekor ular besar yang putus lehernya.
"astaga... jadi srigala tadi sebenRnya telah menyelamatkan anak kita dari terkaman ular besar ini,"kata bu rusa.

"oalah bu...bu... kita telah bertindak gegabah",ucap pak rusa dengan penuh sesal. mereka berdua segera menyusuri sungai tempat srigala di hanyutkan, namun usahanya sia-sia belaka srigala yang malang itu tak pernah di temukan lagi, entah sudah mati atau di makan buaya.

Si Buan Dan si Ugui-dalam dongeng si kancil




  dahulu kala, konon segala binatang pandai bercakap-cakap seperti manusia. ketika itulah hidup berjenis-jenis ketam dipantai pulau pertam. suatu hari, berjalanlah ugui mencari makanannya dan secara tidak disadarinya lewat dimuka ketam buan. kedua jenis ketam berbeda bentuk maupun rupanya. ugui bertubuh kecil kerempeng, kakinya kecil tapi panjang-panjang tungkainya sehingga jalannya amat cepat. ketam buan bertubuh kecil ekruas kakinya. berbintik-bintik bulat kecil keselluruh tubuhnya itu, berjalan sangat lamban.
 "ceer...kris-kras ceer..." ugui berjalan cepat sekali,mengais-ngais makanan dengan sigap dan rajin. "ceeer..kris-kras-kris-kras..."ia pun makan dengan gembira tanpa memperhatikan kiri kanan lagi.
  "hei,ugui !" bentak ketam buan agak tersinggung, menggerutu dan iri hati melihat ugui dengan mudah mendapat makanan di dekat dirinya itu. dia sendiri belum mendapat rezeki sedikitpun ketika itu. karena hatinya menggerutu, ketam buan berkata lagi kepada ugui,"
 pongah sekali tindak tandukmu itu ugui, lewat dimuka kepalaku tanpa bertabik tidak pula bersalam. bangsa apakah engkau? tidak beradat sedikitpun, patutlah tubuhmu kerempeng tak hendak gemuk-gemuk juga walau makan habis sekeranjang. kaki panjang seperti hantu laut bersetongkah. hui..jelek, tidak punya adat. cari makan dekat kediaman orang, itu pun pongah pula".
 ketambuan memaki ugui dengan sumpah-serapahnya. ugui tercengang mendengarnya. ia pun memandang ketam buan seraya berkata, "sekalipun tubuhku kerempeng,kecil-kecil kakiku, aku tak pernah menyusahkanorang. aku sanggup hidup dengan caraku sendiri, tidak seperti engkau. perut buncit, dungu, suka mengata-ngatai orang saja".
 ketam buan membelakan matanya yang bulat besar, membentak-bentak ugui dengan kasar, "sudah pintar melawan aku yaa, engkau sekarang ugui? sadar-sadarlah dirimu sedikit, karena engkau mencari makan masih di tempatku ini!"
 "hai, ketam buan",jawab ugui,"bukankah lingkungan pantai pertam ini milik kita bersama? bangsa ketam pun bisa mencari makan disini? bukan engkau sendiri yang punya,buah!"
 "pergilah engkau ugui, karena ulahmu disini makanan kami jadi susut", bentak ketam buan.
karena tidak tahan di caci maki, ugui pun menghindar agak jauh dari situ. namun pada suatu hari bertemu lagi keduanya. hari ini ketam buan datang berkawan-kawan sehingga ugui terkepung. karena merasa terjepit, ugui memanpaatkan kaki panjangnya menarik langkah seribu berlari cepat-cepat.
 "hiuup..ah!" napasnya mendengus-dengus. ia sedih sekali,
"kenapa aku ini sangat di benci oleh ketam buan?" pikir ugui dalam keadaan masgul.
ketika itulah lewat burung kedidi, terunggit-unggit di gigi air berpasir putih tempat ugui termenung. burung kedidi pun menyapa ugui, "hai,sobat. kenapa engkau kelihatan bersedih?"
"kepalaku pusing",sahut ugui. "aku memikirkan keadaan kami sudah kacau balau. tidak ada krcocokan masing-masing. sementara penengahnya tidak ada. ketam buan tahunya marah-marah saja. yah, karena kami lebih rajin daripada mereka, tentulah mendapat rezeki lebih banyak, bukan"
  burung kedidi yang arif bijaksana, menjelaskan,"ehm,tahulang aku masalahnya. kalian bangsa ketam rupanya selama ini tak pernah dikunjungi raja ketam, karena itu kacau balau".
kata burung kedidi lagi,"kunasihati engkau sekarang,ugui, sebaiknya engkau menghadap raja ketam bangkang dihutan bakau sana. ceritakanlah padanya, tentang perselisihan bangsa ugui dengan ketam buan selama ini.
 singkat ceritanya, menghadaplah ugui kehadapan bangkang. ia mengadukan nasibnya yang selalu dicaci maki oleh ketam buan.
setelah raja ketam mengetahui duduk perkaranya, di panggilah ketam buan menghadap saat itu juga. dihadapan raja ketam, ketam buan berdalih,"ugui itu yang salah. dia mengejek-ejek bangsa kami pemalas, bukan kami yang mengejek-ejek bangsa ugui itu".
 untunglah pada saat itu juga datanglah burung kedidi. ia mau jadi saksi,"bukan ugui punya ulah tuanku. tetapi justru ketam buan senddiri yang selalu mengat-ngatai ugui itu. ketam buan memang suka berbohong tuanku".
baginda bangkang pun murka, "nah...tahulah beta bangkang raja ketam, bahwa kalian ini tidak boleh berada ppada satu tempat lagi. bangsa ketam patut beta hukum!"
  "apa hukumannya tuanku?" ugui yang merasa tidak bersalah, memberanikan diri bertanya, "tolong tuanku jelaskan, tentang hukuman buat kami bangsa ketam itu. ampun...tuanku",
"dengarkan oleh kalian semua! mulai saat ini, beta larang bangsa ketam buan naik kedarat, dan tinggalah kalian dilaut pasir yang dalam!"
"ugui berjasa mengingatkan beta raja ketam. engkau di bolehkan hidup dilaut dan didarat sampai turun menurun...hingga ke anak cucumu!"titah bangkang, raja ketam.
konon, sejak itulah ugui hidup dalam dua alam, laut dan darat sedangkan ketam buan tetap tinggal didalam laut selamanya.

  ugui adalah sejenis kepiting kaki panjang dan tangkas sekali bergerak dipasir pantai. karena yang gerakannya yang gesit itu, minyak lemak ugui menurut kepercayaan orang laut dijadikan minyak urut obat lumpuh. juga dijadikan minysk urut kaki anak-ansk lambat jalan,supaya lebih kuat dan lekas dapat berjalan.

sadarnya Si Rakus-dalam kisah si kancil



  angkus adalah angsa rakus yang mempunyai sipat sombong,pemalas dan tamak,culas sekali. ia tidak pernah baik hati kepada sesamanya. bahkan kepada kakaknya sendiri ia tidak prrnah menyapa dengan baik. angkus juga mengambil harta warisan orang tuanya ketika orang tuanya meninggal.
 tetapi lain dengan angma. angma adalah ngsa yang sifatnya berlawanan dengan angkus. ia adalah pemuda yang jujur, rajin dan bekerja dan amat baik budi. ia menyadari kalau adiknya memang bersifat culas dan serakah terhadap harta, maka ia hidup sendiri dengan sederhana. ia mencari kayu bakar dan di jual untuk hidupnya.
  pada suatu malam, selepas ia lelah bekerja menvari katu bakar ke hutan,angma tidak kuat lagi menahan kantuk. dan ketila angma tidur ia bermimpi di temui seorang kakek tua yang menyuruhnya agar ia pergi ke sebuah goa. kakek itu bilang kalau apa yang di inginkannya akan terkabul.
 ketika bangun dari tidurnya maka angma langsunh pergi berjalan menyusuri hutan dan mencari goa yang di maksudkan oleh si kakek tua dalam mimpi.
 "wah ini pasti goa yang dimaksud kakek itu,"bisiknya dalam hati.
ia berjalan cepat lagi dan mendekati pintu goa di tepi hutan itu.
didalam goa itu gelap sekali. lama dia komat-kamit bersemedi dan akhirnya keluarlah cahaya yang sangat terang benderang. ia berdoa "yang maha kuasa berilah hamba kecukupan setiap hari agar tidak sengsara".
 tiba-tiba setelah mata angma dibuka di depannya terdapat bokor yang bercahaya.
dengan senang hati angma segera membawa bokor pulang kembali kerumahnya. kebetulan keadaan kampung sedang sepi. ia berpikir dalam akalnya, "pasti angkus akan kaget setelah aku tidak menjadi penjual kayu bakar lagi".
 angma dengan cepat menyelinap kedalam rumahnya.
 dirumah, angma mulanya tidak bisa bagaimana cara menggunakan bokor itu. karena perutnya sudah merasa lapar sekali kemudian angma menggosok bokornya berteriak, "hai bokor sakti, berilah aku jagung dan air".
 bokor itu mendesing dan makanan itu keluar. angma tidak tahu bagaimana menghentikannya. angma tidak sengaja memegang mulut bokor itu, maka berhentilah bokor itu mendesing.
kehidupan angma sejak ada bokor itu semakin kelihatan makmur. ia mulai jarang mencari kayu bakar ke hutan. angma tidak bingung lagi mencari kayu bakar untuk dijual sebagai kepentingan hidupnya sehari-hari
 ia hanya tinggal menikmati apa yang dia inginkan maka akan terkabulkan.
tetapi lain bagi si angkus. ia mulai curiga dengan kemakmuran angma. angkus sangat penasaran dan mencari-cari tahu tidak pernah menemukan jawaban yang memuaskan. akhirnya pada suatu hari ia mengetahui secara langsung dengan mata kepalanya sendiri terhadap apa yang dilakukan angma.
 angkus tidak menduga bahwa hanya dengan bokor itu kakaknya bisa makmur hidupnya secepat ini. mulailah sipat buruknya kambuh lagi.
dasar angkus memang jelek tabiatnya, setelah tahu kakanya makmur dengan bokor saktinya, maka suatu hari angkus mencuri bokor itu.
 angkus mencoba melakukan seperti apa yang di lakukan angma. tetapi lama sekali ia melakukan komat-kamit doanya. tetapi ia tidak bisa bagaimana cara menggunakan bokor itu. karena perutnya sudah terasa lapar sekali kemudian angkus menggosok bokornya berteriak,"hai bokor sakti,berilah aku jagung dan air", bokor itu mendesing dan makanan itu keluar.
 angkus senang hati karena jagung yang datang kelihatan enak sekali. ia melihat jagung yang keluar satu persatu. angkus panik tidak bisa menghentikan bokor sakti milik angma. jagung-jagung keluar terus dan sudah  hampir menenggelamkan angkus sehingga ia ketakutan. angkus pun menjerit, "toloooooonnngggg...!"
malam gelap sekali angma sedang tidur dengan nyenyak di atas ranjang kesayangannya. samar-samar angma mendengar suara orang minta pertolongan. kelihatannya suara itu semakin lama semakin keras sekali sehingga membuat angma terjaga dari tidurnya.
 angma keluar rumah dan ingin segera mencri tahu dari mana asal suara yang minta pertolongan itu. ia kesana kemari berjalan dengan cepat.
 "ah, kedengarannya suara itu dari rumah si angkus. ada apa dengannya?" pikir angma mengingat angkus adalah saudaranya seendiri pula. ia segera berlari.
setelah mendekati rumah angkus, angma benar-benar yakin kalau angkus berteriak-teriak minta pertolongan. "aku harus mendobraknya!" katanya dalam hati.
 angma langsung mendobrak pintu depan dengan sekuat-kuatnya. dan ternyata benar, angkus hampir mati tertimbun jagung di dalam biliknya.

mulanya angkus sangat malu karena ketahuan angma bahwa ia pencuri bokor saktinya sehingga ia hampir mati. tetapi karena angkus yakin bahwa angma memang baik hati maka ia pun menerima uluran tangan permintaan maaf atas perbuatan curangnya terhadap saudaranya sendiri itu.

Kancil Dan Kerbau-dalam kisah si kancil




  ada pepatah 'bodoh seperi kerbau' benarkah hewan ini semuanya bodoh? ah ternyata tidak semua kerbau itubodoh.
 pada suatu hari kerbau bertemu dengan kancil."hai kerbau punukmu (punggung) yang lunak itu selalu menjadi incara harimau dan buaya maka hati-hatilah jika engkau bertemu dengan kedua hewan itu."pesan sikancil.
 si kerbau yang lugu dan sederhana itu merenungkan ucapan sikancil. ia terus berjalan dan suatu ketika mendengar hewan lain memanggil namanya.
 ternyata seekor buaya yang datang minta tolong, "kerbau,tolonglah istriku. ia terjepit sebatang pohon yang roboh di tepi sungai. sudah dua hari aku berusaha menolong tapi aku tak mampu melepasnya."
kerbau tetap waspada. tapi hatinya tak tega mendengar sesama hewan minta pertolongan. ia datang ketepi sungai, "ah kasihan kalian..."
  "aduh,pohon ini memang besar dan berat."ujar kerbau."tapi akan kucoba."
sikerbau mengheningkan cipta,mohon agar diberi kekuatan yang besar kepada tuhan.
 kayu diangkat dengan tanduknya. ketika agak bergeser sedikit buaya yang tertindih srgera meloloskan diri. begitu lolos si buaya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga.
  ternyata buaya-buaya itu tidak melahap punuknya. mereka segera turun kesungai. kerbau merasa lega. kancil yang dari kejauhan memperhatikan kejadian itu segera menghampiri kerbau. "hai kerbau kau tetap harus hati-hati, sekarang saja nampaknya mereka baik, suatu ketika jika kau lengah punukmu pasti diterkam."
  "kancil !" bentak kerbau, "ternyata omonganmu ngawur. tidak semua hewan itu jahat. buktinya buaya-buaya tadi tidak memangsa punukku. sudah kau jangan ngaco!"
  "sebenarnya aku tahu, kekuatanku tidak seimbang dengan berat pohon besar yang tadi. tapi berkat niat baik yang betul-betul ikhlas maka aku mampu mengangkatnya.
suatu ketika jika memerlukan aku juga akan menolongmu."
sikerbau memang dikenal sebagai hewan yang baik siseluruh hutan. ia bukan saja sering menolong hewan tapi juga pernah menolong anak gembala.
  suatu hari ada seekor harimau yang memangsa anak gembala kebetulan si kerbau ada di tempat itu. maka kerbau itu mati-matian berusaha menolong anak gembala.
walaupun disana sini kulitnya robek dicakar harimau,namun kerbau yang kuat itu akhirnya mampu mengalahkan harimau dengan tanduknya.
 sejak saat itu terjalinlah persahabatan antara kerbau dan anak gembala. si anak gembala merawat dan mengobati luka-luka ditubuh kerbau.
 sikancil merasa kecewa karena usahanya mengadu domba antara kerbau dengan para buaya tidak berhasil.para buaya juga harus waspada, sebab si kancil biasanya suka jail.

 "awas kau cil ! kalau bikin susah para buaya kau akan kami terkam jadi makanan kami."kata buaya.

Negeri Semut-dalam kisah si kancil



  si kancil yang cerdik walau tak bisa memanjat pohon pisang ia bisa makan pisang matang sepuasnya setelah mengibuli si kera.
  habis makan buah pisang yang cukup banyak kancil kekenyangan ia mencari tempat berteduh untuk istirahat.
sambil istirahat ia memandangi barisan semut yang jumlahnya sangat banyak. "apa yang mereka bawa itu, seperti butiran parutan kelapa...."gumam kancil.
 kancil tertarik melihat barisan semut yang rapih itu, sepertinya dunia semut memang disipliin yang ketat dalam berlalu lintas. bila bertemu mereka saling menyapa dan bersalaman, nampaknya rukun sekali.
  kancil terus memperhatikan barisan semut itu dengan seksama, "dunia semut nampaknya aman, rukun dan damai, kenapa dunia binatang lainnya tidak seperti mereka, saling bunuh dan saling mengalahkan..."pikir kancil.
  tiba-tiba kancil merasa dirinya mengerut, tubuhnya berubah jadi sebesar semut. kancil merasa bingung melihat semut-semut berseliweran disampingnya.
 kancil kemudian mengikuti barisan semut itu masuk kesebuah lorong yang panjang, "permisi....bolehkah aku mengetahui rahasia kerukunan kalian?"tanya kancil.
  "boleh saja cil,"kata seekor semut."kami memang selalu rukun dan damai, sebab tanpa itu kami tak bisa hidup dengan tenang dan makmur. kami bekerja sama dengan riang gembira. mengpulkan makanan di musim kemarau untuk persediaan di musim hujan.
 "lihat dinding dikanan-kiri lorong ini, semua penuh dengan persediaan makanan. siapa saja semut yang lapar boleh mengambil dan memakannya. persediaan makanan ini milik bersama."
 "wah aku sungguh iri dengan dunia kalian yang rukun dan damai saling membantu satu sama lain. tidak ada yang usil misalnya menjegal temannya yang sedang bergegas kesana kemari, "kata kancil.
 "cil, kau juga bisa berbuat yang sama. sejak kecil kami sudah diajar untuk hidup rukun,tolong menolo.g,bekerja keras,tidak serakah. semua semut dewasa sampai yng tua juga memberi contoh dengan perbuatan yang nyata.
"apakah di dunia semut tidak ada yang dengki?" tanya kancil.
"tidak ada cil, sejak kecil kami tidak di ajari berhati iri dan dengki,ataupun bersikap malas. kami semua rajin bekerja." jawab semut.
  "apakah tidak ada di antara kalian yang sengaja menimbun makanan untuk kepentingan sendiri?"tanya kancil."tidak ada cil, tapi kita semua wajib bekerja mengumpulkan bahan makanan untuk kepentingan bersama."
setelah cukup berwawancara dengan tokoh masyarakat semut, kancil minta diri. dalam perjalanan ia termenung betapa jauh bedanya dunia srmut dengan dunia yang digelutinya.
 tiba-tiba tubuh kancil terantuk batu, ua merasa pusing sesaat, namun kemudian tersadar kembali. tubuhnya kini menjadi besar lagi. ia tidak tahu apakah tadi benar-benar mengecil atau hanya tertidut dan mimpi jadi kecil dan berkelana dunia semut.
 kancil tersenyum simpul ketika memandangi semut-semut itu terus berbaris rapih. sibuk menyunggi makanan mereka untuk dibawa kedalam lorong.

"wah dunia hewan dan manusia mestinya meniru semut." kata kancil.

Kancil Dan Buaya-dalam kisah si kancil



  anjing sangat marah karena di tipu kancil, setelah dipukuli pak tani, anjing lari mengejar kancil.
"hai kancil kurang ajar, tunggu aku kugigit kakimu !"
"lho? kok marah, kau sendiri kan yang minta di ambil menantu pak tani?"sahut kancil sambil mempercepat larinya.
"hug hug huu...! dasar penipu....! kau bilang mau dijadikan menantu padahal pak tani mau menyembelihmu untuk di jadikan sate !"
kancil memang bertubuh kecil, maka kancil bersembunyidibalik rerumpunan belukar, anjing tidak mengetahuinya dan terus mengejar.
"dasar anjing bodoh !"
kata kancil sambil tertawa.
dengan hati-hati ia tutup jejak kakinya dengan debu supaya tidak di endus anjing, benar ! anjing itu ternyata tak mengetahui keberadaannya.
  cukup lama kancil bersembunyi, setelah merasa aman ia keluar dari belukar
"kukira sudah sangat jauh anjing itu berkari, saatnya keluar nih !"
 kancil berjalan ke arah yang berlawanan dengan anjing hingga sutu ketika ia sampai di tepi sungai
"wah bagaimana cara menyebrangnya?"
sepertinya sungai ini cukup dalam."
kancil merenung sejenak mencari akal.
"nah ketemu sekarang !"
ia berjalan ke ara rerumpunan pohon pisang yang masih kecil.
dengan sekuat tenaga ia dorong-dorong batang pohon pisang itu ?
aha.... ternyata si kancil mau membikin rakit untuk menyebrangi sungai.
pintarjuga dia, kini setelah rakitnya jadi ia tarik ke tepi sungai
"aduh beratnyaminta ammpun."kancil mengeluh.
tanpa disadari kancil seekor buaya besar mengintainya dari belakang dan....hup ! kaki kancil sudah di terkam sang buaya.
"aduh pak baya ! tunggu sebentar....!"
"tunggu apalagi cil ? perutku sudah lapar nih !
"jangankuatir pak baya, aku tak mungkin bisa melawanmu, tapi aku sedang lapar juga, jadi biarkan aku mencari makan dulu !"
pak baya menurut, ia lepaskan gigitannya pada kaki kancil.
"jadi apa" maumu cil ?"
temanmu banyak kan?"
"ya betul banyak cil !"
pak baya memanggil teman-temannya, dalam waktu singkat teman-temannya segera muncul ke permukaan air.
 "salah satu dari kalian harus mengantarku kesebrang untuk mencari makanan biar tubuhku jadi gendut dan cukup untuk kalian santap bersama"
"cil ! kau jangan coba-coba menipuku ya ?"ancam pak baya.
"mana aku brani menipumu pak baya !"
"baik, sekarang  kuantar kau kesebrang sungai, disana bqanyak makanan buah-buahan."
  maka kancil segera naik ke punggung pak baya untuk menyebrang.
"wah ! asyiiik......!"kata kancil dengan riang gembira
"nikmatilah kegembiraanmu karena sebentar lagi kau akan masuk kedalam perutku."pikir pak baya.
"ingat cil jangan coba-coba menipuku,"kata pak baya sambil menunggu di pinggir sungai, sementara kancil menccari buah-buahan untuk disantap sepuasnya.
 tak berapa lama kancil muncul lagi dengan perut lebih gendut, ripanya sudah kenyang dia makan.
"pak baya berapa jumlah temanmu?"
"banyak cil !"
""banyak itu berapa dihitung dong !"
"belum pernah ku hitung cil !"
"wah payah bagaimana cra membagi dagingku nanti ?"
"baiklah, aku yang menghitung jumlah kalian, sekrang berbarislah dengan rapih membentuk jembatan hingga ke sebrang sana."
"setuju cil ! tapi karena aku pemimpin buaya di singai ini maka aku berhak mendapatkan bagian pahamu !"
  para buaya berjajar rapih, kancil melompat dari punggung buaya kepunggung buahya lainnya sambil menghitung satu,dua,tiga,empat hingga ia sampai di sebrang sungai.
begitu sampai disebrang sungai kancil melambaikan tangannya.
"terima kasih pak baya dan selamat tinggal !"
"lho ? cil kau jangan pergi begitu saja ! aku belum memakan dirimu !"
  tapi kancil terus berlari kencang tanpa menghiraukan para beuaya yang hendak memangsanya.

"dasar buaya bodoh ! siapa sudi jadi santapanmu?"

Ikan Pintar Ikan Bodoh-dalam kisah si kancil



  ada tiga ekoir ikan yang hidup dalam sebuah kolam besar.
walaupun mereka sahabat karib, namun masing-masing sifatnya sangatlah berbeda. ikan pertama sangat bijaksana. ia akan selalu berpikir masak-masak sebelum melakukan sesuatu. ia benci kesulitan.
ikan kedua sangat pintar, ia mampu membuat keputusan cepat bila di butuhkan.
ikan ketiga bersipat pasrah. ia percYa ajan nasib. apa yang harus terjadi, pasti akan terjadi irulah keyakinannya yang mantap.
  suatu hari, ketika matahari telah terbenam, ikan yang bijaksana tak sengaja mendengar percakapan dua ekor beruang.
"lihatlah ada ikan yang besar dan montok di kolam itu. pasti banyak lagi ikan seperti itu dalam kolam ini. ayo kita tangkap besok."
  sambil berlalu kedua beruang itu tertawa."besok kita akan pesta pora makan ikan-ikan yang gemuk dari kolam ini."
  dengan penuh ketakutan ikan yang bijaksana itu menemui temannya. terengah-engah mebarik napas ia cepat-cepat memberi tahunya tentang rencana para beruang itu.
"apa yang kita harus lakukan?" tanya kedua ikan lainnya cemas.
setelah berpikir beberapa lama, ikan tang bijaksana menjawab,"kita dapat meninggalkan tempat inisegera.
 dengan berenang melalui sebyah saluran, kita dapat mencapai kolam lain, dimana kita selamat disana."
memikirkan hal itu ikan yang pintar berkata, "mengapa kita harus pergi sekarang? kita tunggu hingga para nelayan itu sampai. aku pasti mendapat akal untuk melepaskan diri."
  ikan yang percaya pada nasib, mulai berkata pelan-pelan, "aku telah tinggl cukup lama dikolam ini. bagaimana aku dapat meninggalkan rumahku sekarang? apa yang harus terjadi akan selalu terjadi, karena itu aku akan tetap disini."
ikan yang bijaksana segera meninggalkan kolam tanpa teman-temannya. se.diriaan ia menyelam melalui saluran menuju rumah yang baru.
  "akhirnya aku selamat,"ua menarik napas lega.
itulah ikan yang bijaksana, tak mau cari masalah begitu ada bahaya segera antisipasi cari selamat.
pagi-pagi sekali besoknya, dua ekor beruang kembali kekolam itu. "hehehe....daging ikan itu pasti le zat-lezat."
mereka menebarkan jala kedalam air.
banyak ikan yang terperangkapdidalamnyya dan berjuang tanpa daya kedua sahabat yang ketinggalan juga terperangkap.
 dengan cepat ikan yang pintar itu memikirkan rencana untuk melepaskan diri. dengan berpura-pura mati,ia tergolek diam dalam jala.
 "coba lepaskan ikan mati itu,"teriak salah seekor beruang sambil melemparkannya kembaali kedalam kolam.
 "akhirnya aku selamat,"ia kata ikan yang pintar dan telah berusaha menyelamatkan diri dengan caranya yang cerdik.
ikan ketiga yang hanya pasrah percaya nasib tetap terperangkap dalam jala. ia mulai menggeliat-geliat melepaskan diri, namun tetap gagal.
"ikan ini sangat menyulitkan,"gerutu salah seekor beruang itu.
 "daripada nanti lepas,cepat potong saja." kata beruang. temannya segera menangkapnya mengeluarkan pisau dan dengan cepat memotongnya. nah ! jangan pasrah dong !

 mesti usaha jika mau selamat dari ancaman bahaya.