Cari Yang Anda Butuhkan

Assalamualaikum

Tampilkan postingan dengan label Seni daerah yang ada di indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni daerah yang ada di indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2017

Seni Bangunan

       Teman teman sesama pembaca dan pengguna sosial media pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan sesuatu yang mungkin bermanfaat untuk kalian dan saya juga. dan penjelasanya ada di bawah ini.


Candi Brobudur
SUMBER Gambar : https://potensijawatengah.wordpress.com/wisata/



       Pada bentuk bentuk bangunan candi pada umumnya merupakan bentuk  akulturasi antara unsur unsur budaya hindi-Buddha dengan budaya Indonesia asli.bangunan yang megah, patung patuang perwujudan dewa atau Buddha, serta bagian bagian candi atau stupa. Adalah unsur-unsur dari india bentuk candicandi diindonesia pada hakikatnya adalah punden bentuk yang merupakan unsur  Indonesia asli. Candi berobudur merupakan salahsatu bentuk akulturasi tersebut…

Mungkin cukup sampai disini pada penjelasan kali ini semoga dapat bermanfaat.

Senin, 09 Januari 2017

Seni Rupa dan seni ukir



       Pada saat masuknya pengaruh india juga membawa perkambang dalam bidang seni rupa, seni pahat, dan seni ukir. Hal ini dapat dilihat pada relif atau seni ukir yang dipahat pada bagian dinding-dinding candi. Misalnya relif yang dipahat pada  dinding-dinding pagar langkan di candi berobudur berupa pahatan riwayat  Buddha. Disekitar sang Buddha terdapat lingkungan alam seperti rumah panggung dan burung merpati.



Gambar ukiran pahat candi
sumber : https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/tag/relief-candi/
      Pada relif kala makara pada candi dibuat indah. Hiasan relif kala makala, dasarnya adalah motif bintang dan tumbuh-tumbuhan.hal semacam ini sudah dikenal sebulum masa Hindu. Bintang bintang itu dipandang suci, maka sering diabadikan dengan cara dilukis.

Seni Sastera dan Aksara



Seni Sastera dan Aksara
       Pengaruh india membawa perkembangn seni sastera di Indonesia. Seni Sastera pada waktu itu ada yng berbentuk porosa dan ada yang berbentuk tembang (puisi). Berdasarkan isinya kesusastraan dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu tutur (pintu kitab keagamaan), kitb hukum dan wiracarita (kepahlawanan). Bentuk wiracerita ternyata sangat trkenal di Indonesia, terutama kitab Ramayana dan Mabaharata. Kemudian timbul wiracerita gubahan dari para pujangga  di Indonesia. Miasalnya, Baratayuda yang digubagh oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Juga muncul cerita cerita Carangan.

       Berkembang karya sastera yang terutama yang bersumber dari Mahabarat dan Ramayana, melahirkan seni pertunjukan wayang kulit (wayang purpa). Pertunjukan wayang kulit di Indonesia kehususnya di jawa sudah begitu mendarah dagung. Isi dan cerita wayang banyak mengandung nilai-nilai yang besifat edukatif (pendidikan) cerita dari pertunjukan wayang barasal dari india, tetapi wayangnya asli dari Indonesia. Seni pahat dan ragam luas yang ada pada wayang disesuai kandengan seni di Indonesia.


GAMBAR  tokoh wayang 
sumber gambar : http://cahkaliboyo.blogspot.co.id/2013/04/nama-tokoh-tokoh-wayang.html

       Disamping bentuk dan ragam hias wayang,muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonsia. Misalnya tokoh-tokoh punakawan seperti Semar, Gareng, dan Petruk.tokoh-tokoh inai tidak ditemukan di India.perkembangan seni Saster yang sangat cepat didukung oleh penggunaan huruf pallawa, misalnya dalam karya-lary sasera jawa kuno.pada perasasti-perasasti yang ditemukan terdapat unsur India dalam unsur budaya Indonesia. Misalnya ada perasasti dengan huruf Negeri (India) dan Bali kuno (Indonesia).


       Mungkin cukup sampai disini. semoga artikel ini dapat bermanfaat. dan juga jangan lupa baca artikel artikel saya yang lainnya jika anda masi memiliki waktu.

Senin, 11 Juli 2016

Jenis Tari Menurut Fungsinya


  Dilihat dari fungsinya, tari yang ada di indonesia di bagi menjadi tiga bagian sebagai berikut.
1. Tari Upacara

  Tari upacara adalah tari yang di pertunjukan untuk kepentingan upacara. upacara yang dimaksud, yaitu suatu upacara yang biasa di selenggarakan oleh sekelompok manusia yang berhubungan dengan kepercayaan,keyakinan dan agama yang mempunyai maksud-maksud tertentu. tari tersebut dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan keinginan. tari-tarian upacara menurut sejarahnya dapat dikatakan sebagai tarian yang paling tua umurnya. sebagai tarian, tarian upacara tergolong pada tarian magis yang biasanya dipakai oleh masyarakat primitif untuk memengaruhi alam. tari-tarian ini bersipat ritual,yang diadakan masyarakat pada saat mengadakan upacara adat.

2. Tari Hiburan


      Tari hiburan adalah tarian yang lebih menitikberatkan pada kepuasaan para penarinya tanpa memerhatikan segi keindahan gerak, tetapi lebih pada segi hiburan dan umumnya merupakan tarian pergaulan. tarian ini lebih mementingkan kepuasan pribadi (individu) dari kepuasan (rasa indah) bagi orang yang melihatnya (penonton), yang penting mereka dapat bergerak sepuasnya sesuai dengan irama yang diikutinya. di jawa barat terdapat dua golongan tari pergaulan atau tari hiburan, yaitu tari hiburan yang terdapat dikalangan bangsawan dan kalangan rakyat. tarian hiburan yang hidup dikalangan bangsawan dikenal dengan nama tarian tayuban.Tayuban merupakan tarian yang dilakukan secara brpasangan antara laki-laki dan perempuan. adapun tarian-tarian hiburan yang hidup dikalangan rakyat adalah tarian yang bersipat sederhana dan unntuk kepentingan bersama. tarian-tarian hiburan yang berkembang didaerah jawa barat, misalnya tari bangreng di sumedang, tari belentuk ngapuk dari subang, dan tari banjet dari karawang.
3. Tari Pertunjukan


     Tari pertunjukan adalah tari yang sengaja dibuat atau disusun oleh penciptanya (koreografer) untuk keperluan tontonan atau pertunjukan. selain itu juga, banyak tari-tarian yang asalnya sebagai tari upacara dan hiburan yang ditata dan kembali dan diterbitkan cara penyajiannya sehingga menjadi bentuk tari pertunjukan.
    Berdasarkan jumlah penarinya, tari di bedakan menjadi tari tunggal,brpasangan,duet dan tari masal.

1. Tari Tunggal
  Tari tunggal adalah penyajian tari yang pada dasarnya berjumlah seorang sehingga penonton akan terfokus pada penari tersebut. dalam tari tunggal, seseorang tidak dituntut harus berkomunikasi atau menyatu dengan penari lainnya srperti pada tari berpasangan dan tari masal. dengan kata lain, menarikan tari tunggal akan lebih bebas didalam mengungkapkan kekuatan ekspresinya,mengendalikan tenaga,ruang  dan irama secara optimal,yang penting tidak keluar/melewati batas dari tarian yang dituntut dari tarian tersebut.

2. Tari Berpasangan/duet
   Tari ini menuntut penari yang satu dengan lainnya memiliki tugas yang ber.beda,baik dalam tema perkelahian,percintaan,atau tema lain yang menuntut adanya paduan koreografi atau saling melengkapi dalam suatu koreografinya. penari harus menguasai koreografinya sendiri dan koreo grafi kawan atau lawan.

3. Tari Masal
  Tari masal merupakan penyajian tari putra atau putri yang berjumlah lebih dari satu dan penuntut para penarinya memiliki kemampuan yang sama/seragam. tarian rakyat,tarian klasik,dan tarian kreasi baru yang berbentuk masal,prinsipnya tidaklah berbeda didalam penyajiannya,yaitu para penari yang menarikannya harus patuh pada koreografi dan pola ruang yang telah digariskan, serta bukan pada tempatnya jika diantara penari yang satu dengan yang lainnya saling menonjolkan diri.

Bermain Peran {Role Playing} dan Pertunjukan Teater


1. Role playing (bermain peran)

  Melalui bermain peran (role playing), para peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengekplorasi  perasaan,sikap,nilai dan berbagai strategi pemechan masalah. sebagai suatu model pembelajaran, bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan sosial. dari dimensi pribadi model ini berusaha membantu peserta didik menemukan makna dari lingkungan sosial yang bermanfaat bagi dirinya. juga melalui model ini para peserta  didik diajak untuk memecahkan  masalah pribadi, yang sedang dihadapinya dengan bantuan kelimpok sosial yang beranggoatakan teman-teman sekelas. dari dimensi sosial ,model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dalam menganalisis situasi sosial,terutama masalah yang mwnyangkut hubungan antar pribadi peserta didik. pemecahan masalah dilakukan secara demokratis. dengan demikian, melalui model ini peserta didik juga dilatih untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis.
a. Gerak
  Gerak teater lebih banyak membutuhkan ekspresi gerak tubuh dan mimik muka daripada wicara. pesan yang  yang tidak disampaikan secara verbal membutuhkan keahlian tersendiri untuk mengelolanya.
b. Ekspresi
  Ekspresi emosi atau karaktrr peran harus bisa diwujudkan melalui mimik para aktor karena keterbatasan bahasa verbal dalam pertunjukan teater gerak,maka ekspresi mimik menjadi sangat penting.
  Teknik ini berupa perubahan-perubahan gerak, terutama perubahan tempat dan perubahan tingkat atau level. menciptakan gerakan-gerakan dan ekspresi peran. langkah-langkah ini bisa dilakukan, ketika pemeran benar-benR merasakan gejolak batin atau emosi ketika mengucapkan dialog. jika pemeran tidak merasakan itu maka gerak dan ekspresi yang timbul bersipat klise atau dibuat-buat.
c. Dialog
  Dialog merupakan salah satu daya tarik dalam membina konflik-konflik dramatik. kegiatan mengucapkan dialog ini menjadi sifat teater yang khas. dialog yang diucapkan oleh seorang pemeran mempunyai peranan yang sangat penting dalam pementasan naskah drama atau teks lakon karena dalam dialog banyak nilai-nilai yang bermakna. jika lontaran dialog tidak sesuai sebagaimana mestinya maka .nilai ysng terkandung tidsk dapat dikomunikasikan kepada penonton. dialog adalah pembicaraan yang terjadi antara tokoh satu dengan yang lain. dari hasil pembicaraan ini,dapat diketahui sikap,prilaku,gaya  dan karakter yang terlibat.
 Dialog-dialog peran terkadang menggunakan bahasa sastra atau kiasan yang mempunyai makna tersirat. tugas seorang pemeran adalah mencari makna yang tersirat tersebut sehingga dimengerti. jika memahami makna kata tersebut maka dapat mengekspresikan baik lewat bahasa verbal maupun bahasa tubuh.
d. Penyampaian pesan moral
 Pementasan teater dapat dikatakan behasil  jika  pesan yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton. makna pesan sebuah lakon yang hendak disampaikan semua ditampilkan dalam bentuk gerak. pengarang atau penulis lakon menciptakan lakon bukan hanya sekedar mencipta, tetapi juga menyampaikan pesan tentang persoalan kehidupan manusia. pesan itu bisa mengenai kehidupan lahiriah maupun batiniah.
  Pesan lakon merupakan bahan komunikasi utama ya.ng hendak disampaikan kepada penonton. berhasil atau tidaknya suatu pertunjukan teater diukur dari sampai tidaknya pesan lakon kepada penonton. oleh karena itu, sutradara wajib menemukan pesan utama dari lakon yang telah ditentukan.
 Selama pembelajaran berlangsung, setiap pemeran dapat melatih sikap empati,simpati,rasa benci,marah,senang dan peran lainnya. pemeran tenggelam dalam peran yang dimainkannya,sedangkan pengamat melibatkan dirinya secara emosional dan berusaha mengidentifikasikan perasaan dengan perasaan yang tengah bergejolak dan menguasai pemeran.

 Hakekat pembelajaran bermain peran terletak pada keterlibatan emosional pemeran dan pengamat dalam situasi masalah yang secara nyata dihadapi.melalui bermain peran dalam pembelajaran,para siswa diharapkan dapat (1). mengeksplorasi perasaannya, (2). memperoleh wawasan tentang sikap,nilai,dan persepsinya; (3) mengembangkan keterampilannya dan sikap dalam memecahkan masalah yang dihadapi;serta (4) mengeksplorasi inti permasalahan yang diperankan melalui berbagai cara.

Merancang Karya Seni Terapan

 Dalam merancang karya seni terapan ,baik karya desain maupun karya kriya kita dituntut memahami unsur-unsur seni rupa,seperti bentuk,warna dan tekstur.
1. Bentuk


 Sebagai unsur seni bentuk hadir sebagai manifestasi fisik dari objek yang dijiwai yang disebut juga sebagai sosok (dalam bahasa inggris disebut form) ,misalnya membuat bentuk manusia,binatang dan sebagainya. ada juga bentuk yang hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa inggris disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga. pada karya seni rupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis, seperti membuat bentuk kursi untuk di duduki. dalam hal ini bentuk yang dicipta sesuai dengan nilai kegunaannya (functional form). bentuk dicipta sebagai ungkapan (bentuk ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.
  Bentuk karya seni rupa dibedakan menjadi dua, yaitu bentuk dwimatra dan bentuk trimatra. bentuk dwimatra yaitu bentuk pada karya seni rupa yang terbatas pada bidang, bentuk trimatra yaitu bentuk pada karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang,lebar dan tinggi,seperti bentuk patung dan bangunan.
2. Warna


 Warna memberi pengaruh kejiwaan (fungsi psikologis),seperti warna hijau dan putihdalam kedokteran memberikan perasaan tenang. warna memberi pengaruh keindahan (fungsi estetis). warna memberi pengaruh perlambangan (fungsi simbolik),baik unntuk kepentingan pribadi ,kelompok maupun yang bersipat formal,informal dan asosiatif. warna heraldik adalah warna yang dipakai menurut kebiasaan (konvensi).
  Istilah-istilah teknis dalam warna yang perlu diketahui yaitu sebagai berikut.
a. Hue dicetuskan oleh munsell sebagai sebutan untuk warna primer; merah,kuning dan biru.
b. Value adalah warna-warna yang mmemberi kesan gelap terang atau gejala warna dalam perbandingan hitam dan putih. apabila suatu warna ditambah dengan warna putih akan tinggi valuenya dan apabila ditambah hitam akan lemah valuenya. warna kuning mempunyai value yang tinggi, warna biru mempunyai value yang rendah.
c. Intensitas adalah hubungan kemurnian warna untuk menunjuk kekuatan warna. hal ini akan menghasilkan cerah tidaknya suatu warna,misalnya menambah warna kuning pada merah suram bisa mengubah menjadi jingga yang keras. namun, pemberian pigmen putih sering mematikan intensitas karena membuatnya pucat menjadi warna-warna pastel.
d. Komplementer adalah warna yang kontras atau warna yang saling berhadapan dalam lingkaran warna, contohnya warna kuning dengan ungu,merah dengan hijau,biru dengan jingga.
e. Analogus adalah warna yang letaknya berdekatan (dalam lingkaran warna).
f. Warna hangat dan sejuk. warna hangat adalah warna yang mencolok dan bersifat mendekat bagi yang melihat,seperti warna merah,kuning dan jingga,sedangkan warna sejuk warna kebalikan dari warna hangat dan bersipat menjauh bagi yang melihat, seperti biru dan hijau.
g. Tone (warna kromatik). warna kromatik atau tone ini juga disebut nada warna, yaitu warna dilihat dari tingkat kecerahan atau keredupannya. warna kromatik terdiri dari warna monokromatik dan polikromotik. warna monokromatik yaitu tingkat kecerahan dankwredupannya bertolak dari satu warna. warna polikromatik yaitu warna dengan tingkat kecerahan dan keredupan bertolak dari lebih satu warna.
3. Tekstur


  Tekstur adalah unsur seni rupa yang memberikan watak/karakter pada permukaan bidang yang dapat dilihat dan diraba. tekstur yang dapat dilihat dan diraba pada permukaan bidang dibedakan antara tekstur alamiah dan tekstur buatan. tekstur alamiah ialah watak bidang yang tercipta oleh alam,seperti urat kayu atau batu. tekstur buatan atau tiruan ialah watak bidang yang dibuat (disebut juga tekstur simulasi), membuat watak kayu pada bidang memberi kesan tekstur dengan cara teknik gambar tertentu.
  Tekstur berfungsi memberikan watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai estetik, misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan bidang patung sesuai dengan bentuk patung.
  Tekstur bisa berupa halus,kasar,bergelombang,licin,dan sebagainya. dalam hal ini tentunya tekstur kayu,batu,keramik,maupun kertas mempunyai nilai yang berbeda. ada dua pengkategorian atas tekstur yaitu sebagai berikut.
a. Tekstur nyata, permukaan sebuah benda dimana saat dilihat dan disentuh mempunyai karakteristik yang sama.
b. Tekstur semu (nyata), permukaan sebuah benda yang terlihat tidak sama dengan karakteristik benda tersebut saat disentuh.

  Unsur seni rupa tersebut harus dikuasai agar karya seni rupa yang dirancang mencapai bentuk yang estetis/indah dan dapat di gunakan dengan baik.

Merancang Karya Seni Terapan

 Dalam merancang karya seni terapan ,baik karya desain maupun karya kriya kita dituntut memahami unsur-unsur seni rupa,seperti bentuk,warna dan tekstur.
1. Bentuk


 Sebagai unsur seni bentuk hadir sebagai manifestasi fisik dari objek yang dijiwai yang disebut juga sebagai sosok (dalam bahasa inggris disebut form) ,misalnya membuat bentuk manusia,binatang dan sebagainya. ada juga bentuk yang hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa inggris disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga. pada karya seni rupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis, seperti membuat bentuk kursi untuk di duduki. dalam hal ini bentuk yang dicipta sesuai dengan nilai kegunaannya (functional form). bentuk dicipta sebagai ungkapan (bentuk ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.
  Bentuk karya seni rupa dibedakan menjadi dua, yaitu bentuk dwimatra dan bentuk trimatra. bentuk dwimatra yaitu bentuk pada karya seni rupa yang terbatas pada bidang, bentuk trimatra yaitu bentuk pada karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang,lebar dan tinggi,seperti bentuk patung dan bangunan.
2. Warna


 Warna memberi pengaruh kejiwaan (fungsi psikologis),seperti warna hijau dan putihdalam kedokteran memberikan perasaan tenang. warna memberi pengaruh keindahan (fungsi estetis). warna memberi pengaruh perlambangan (fungsi simbolik),baik unntuk kepentingan pribadi ,kelompok maupun yang bersipat formal,informal dan asosiatif. warna heraldik adalah warna yang dipakai menurut kebiasaan (konvensi).
  Istilah-istilah teknis dalam warna yang perlu diketahui yaitu sebagai berikut.
a. Hue dicetuskan oleh munsell sebagai sebutan untuk warna primer; merah,kuning dan biru.
b. Value adalah warna-warna yang mmemberi kesan gelap terang atau gejala warna dalam perbandingan hitam dan putih. apabila suatu warna ditambah dengan warna putih akan tinggi valuenya dan apabila ditambah hitam akan lemah valuenya. warna kuning mempunyai value yang tinggi, warna biru mempunyai value yang rendah.
c. Intensitas adalah hubungan kemurnian warna untuk menunjuk kekuatan warna. hal ini akan menghasilkan cerah tidaknya suatu warna,misalnya menambah warna kuning pada merah suram bisa mengubah menjadi jingga yang keras. namun, pemberian pigmen putih sering mematikan intensitas karena membuatnya pucat menjadi warna-warna pastel.
d. Komplementer adalah warna yang kontras atau warna yang saling berhadapan dalam lingkaran warna, contohnya warna kuning dengan ungu,merah dengan hijau,biru dengan jingga.
e. Analogus adalah warna yang letaknya berdekatan (dalam lingkaran warna).
f. Warna hangat dan sejuk. warna hangat adalah warna yang mencolok dan bersifat mendekat bagi yang melihat,seperti warna merah,kuning dan jingga,sedangkan warna sejuk warna kebalikan dari warna hangat dan bersipat menjauh bagi yang melihat, seperti biru dan hijau.
g. Tone (warna kromatik). warna kromatik atau tone ini juga disebut nada warna, yaitu warna dilihat dari tingkat kecerahan atau keredupannya. warna kromatik terdiri dari warna monokromatik dan polikromotik. warna monokromatik yaitu tingkat kecerahan dankwredupannya bertolak dari satu warna. warna polikromatik yaitu warna dengan tingkat kecerahan dan keredupan bertolak dari lebih satu warna.
3. Tekstur


  Tekstur adalah unsur seni rupa yang memberikan watak/karakter pada permukaan bidang yang dapat dilihat dan diraba. tekstur yang dapat dilihat dan diraba pada permukaan bidang dibedakan antara tekstur alamiah dan tekstur buatan. tekstur alamiah ialah watak bidang yang tercipta oleh alam,seperti urat kayu atau batu. tekstur buatan atau tiruan ialah watak bidang yang dibuat (disebut juga tekstur simulasi), membuat watak kayu pada bidang memberi kesan tekstur dengan cara teknik gambar tertentu.
  Tekstur berfungsi memberikan watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai estetik, misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan bidang patung sesuai dengan bentuk patung.
  Tekstur bisa berupa halus,kasar,bergelombang,licin,dan sebagainya. dalam hal ini tentunya tekstur kayu,batu,keramik,maupun kertas mempunyai nilai yang berbeda. ada dua pengkategorian atas tekstur yaitu sebagai berikut.
a. Tekstur nyata, permukaan sebuah benda dimana saat dilihat dan disentuh mempunyai karakteristik yang sama.
b. Tekstur semu (nyata), permukaan sebuah benda yang terlihat tidak sama dengan karakteristik benda tersebut saat disentuh.

  Unsur seni rupa tersebut harus dikuasai agar karya seni rupa yang dirancang mencapai bentuk yang estetis/indah dan dapat di gunakan dengan baik.

Sabtu, 09 Juli 2016

Apresiasi Terhadap Keunikan Gagasan dan Teknik dalam Karya seni Rupa Terapan Daerah


  Karya seni terapan di indonesia sangT beragam dengan aneka jenis,bentuk,fungsi,dan teknik pembuatannya. dengan segenap keragaman dan keunikannya tersebut, karya seni rupa terapan nusantara patut mendapatkan apresiasi secara aktif maupun pasif. gagasan kreatif tersebut merupakan awal proses penciptaan karya seni,termasuk karya seni rupa terapan nusantara yang diciptakan berdasarkan nilai guna tanpa mengesampingkan nilai seninya.
  Apresiasi adalah sikap kepekaan dalam mengenal ,menghargai,mengagumi, dan menilai sebuah karya seni. apresiasi pasif tumbuh seiring dengan prmbiasaan yang sifatnya pasif sampai pada tahap menilai,mulai dari mengamati gambar atau reproduksi karya seni rupa di buku hingga menghadiri pameran karya seni rupa. apresiasi aktif yaitu apresiasi pasif yang disertai pembuatan karya.
  Apresiasi mempunyai tiga tingkatan yaitu sebagai berikut.
1. Apresiasi empatik
 Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya melihat baik dan kurang baik berdasarkan pengamatan belaka. apresiasi empatik biasanya dilakukan oleh orang awam yang tidak mempunyai pengetahuan dalam bidang seni.
2. Apresiasi estetis
  Apresiasi estetis untuk menilai keindahan suatu karya seni.
3. Apresiasi kritis
  Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersipat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat dengan menggunakan analisis,interprestasi dan penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan. salah satu cara mengapresiasi seni yaitu dengan menyelenggarakan pameran seni, atau setidaknya senang menghadiri acara pameran seni.
   Indonesia memiliki keragaman karya seni rupa terapan terlihat pada setiap daerah yang masing-masing memiliki keunikan atau kekhasan tersendiri. adapun benda-benda seni rupa terapan yang dihasilkan di berbagai daerah, diantaranya sebagai berikut.
1. Kerajinan anyaman

  Anyaman adalah serat yang dirangkaikan hingga membentuk benda yang kaku,biasanya untuk membuat keranjang atau perabot. anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintesis. bahan-bahan alami yang digunakan,antara lain bambu,rotan,daun mendong dan janur. bahan-bahan sintesis yang digunakan antara lain plastik,pita,dan kertas. daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain bali,kudus,kedu,tasikmalaya dan tangerang.
2. Kerajinan batik


  Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain tersebut,kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas diatas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis.
3. Kerajinan ukir


 Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengN membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu. kerajinan ukir nusantara antara lain berupa seni ukir kayu dan seni ukir logam. daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu dinusantara diantaranya jepara,cirebon,bali,kalimantan,papua ,madura dan sumatra. daerah penghasil kerajinan ukir logam dinusantara antara lain jawa tengah dan yogyakarta.
4. Kerajinan topeng


  Topeng adalah benda yang dipakai diwajah yang bisa digunakan untuk keperluan perlengkapan tari dan hiasan. daerah penghasil kerajinan topeng di nusantara,antara lain yogyakarta,cirebon,bali,surakarta dan bali.
5. Kerajinan tenun

 Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat,dan tenun songket.kerajinan tenun banyak terdapat di kalimantan,minangkabau,sumatra utara,NTT,NTB, lampung,flores,sulawesi dan palembang.
6. Kerajinan Wayang


  Wayang adalah seni pertunjukan asli indonesia yang berkembang pesat dipulau jawa dan bali. wayang dibuat untuk seni pertunjukan sekaligus sebagai hiasan. jenis wayang terdiri dari wayang kulit yang ter buat dari kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. daerah penghasil kerajinan wayang,diantaranya bali,yogyakarta,dan surakarta.
7. Kerajinan keramik



 Kerajinan sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar,seperti gerabah,genting,porselen dan sebagainya.akan tetapi,saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. daerah penghasil kerajinan keramik yang terkenal di nusantara,diantaranya kasongan (yogyakarta),sompok,dan mayong (jepara).

Merancang Karya Seni Rupa Terapan




  Sebelum membuat karya seni rupa terapan yang sesungguhnya terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan. berdasarkan rancangan tersebut,selanjutnya karya seni terapan dapat diwujudkan dalam bentuk karya jadi. beberapa pertimbangan yang perlu di perhatikan dalam merancang dan membuat karya seni terapan adalah sebagai berikut.
1. Kegunaan
 Faktor kegunaan dalam seni terapan menempati porsi utama, misalnya pada kendi terdapat leher yang dibuat untuk pegangan saat menuangkan air kedalam gelas. jika tidak diberi leher atau pegangan,benda tersebut menjadi tidak berguna.
2. Kenyamanan
  Karena kegunaan porsi utama, seni terapan mempu.yai unsur kenyamanan. artinya, karya tersebut enak dipakai dan memenuhi fungsinya dengan baik, misalnya tempat kursi harus sesuai dengan ukuran sehingga nyaman untuk diduduki.
3. Bahan dan teknik
  Bahan-bahan yang di gunakan untuk seni terapan harus dipilih sesuai karakteristik benda yang dibuat,misalnya, keramik harus dari tanah liat pilihan agar tidak mudah pecah (retak). pemilihan bahan disesuaikann pula dengan kemampuan teknik penciptaannya.
4. Nilai seni
  Seni terapan sangat di tentukan oleh tampilan keindahannya. jika dikaitkan dengan tujuan komersial (penjualan) selain pertimbangan estetis, perlu juga mengikuti konsumen dan ide kreatif.

  Rancangan karya seni terapan biasanya berupa sketsa bentuk karya seni yang akan dibuat. sketsa boleh digambar dengan diwarnai atau cukup dengan pensil. setidaknya rancangan ini bisa memberi gambaran jelas bentuk/tampilan karya seni yang akan dibuat,sehingga proses pembuatannya pun mudah.

Gagasan Seni Tari Nusantara


                             
 Gagasan atau ide dalam seni adalah dasar pengucapan seni seorang seniman dalam berkarya. gagasan atau ide di ibaratkan sebagai tema atau sumber inspirasi yang mendorong seniman dalam menciptakan sebuah karya.
 Gagasan ini dapat berbentuk kondisi atau situasi yang terjadi disekitar diri seniman, diluar diri seniman,atau sumber-sumber lain yang dapat dipertanggung jawabkan. gagasan ini kemudian dipadukan dengan perasaan yang terdapat dalam diri seniman, serta unsur kreativitas  sehingga membentuk sebuah ciptaan.
 Gagasan tari di tetapkan dalam bentuk tema, kemudian di persempit menjadi sub-sub tema dan akhirnya menghasilkan sebuah judul atau nama tarian. selain itu, gagasan tari juga dapat pula berdumber dari tradisi yang ada, misalnya diambil dari kehidupan sehari-hari,cerita rakyat,legenda,atau dongeng binatang. beberapa contoh dibawah ini akan memberikan gambaran tentang gagasan tari yang dimaksud.
1. Gagasan tari yang diambil dari kehidupan sehari-hari: bersekolah,mengayuh sepeda kesekolah,petani mencangkul sawah,petani menanam padi,petani memanen pado,seorang putri yang sedang berhias,menunggu kekasih, dan sebagainya.
2. Gagasan tari yang diambil dari cerita-cerita rakyat atau kehidupan tradisi masyarakat tertentu; tarian nini thowok,tari upacara panen,si ande-ande lumut, dan sejenisnya.
3. Gagasan tari yang diambil dari dongeng atau cerita binatang (fabel): kehidupan kupu-kupu,dua ekor menjangan yang sedang memadu kasih,prilaku burung merak,dan sebagainya.
4. Gagasan tari yang diambil dari legenda masyarakat:legenda ssangkuriang dan dayang sumbi, legenda gunung bromo,legenda loro jonggrang,dan sebagainya.
5. Gagasan tari yang diambil dari cerita pewayangan,seperti epos mahabrata,ramayana,badad lokapala: perkawinan arjuna dan subadra,perkawinan arjuna dan supraba,gatut kaca gandrung,kisah penculikan sinta,kerinduan sukasrana kepada kakaknya, dan sebagainya.

   Pengalaman tari-tari nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari,peran fungsi tari,dan perkembangan tari tradisional,tari non tradisional,tari upacara,tari pergaulan dan tari teatrikal.

Gambar Nirmana


  Nirmana adalah tanpa bentuk. nirmana berasal dari sansekerta, yaitu nir (tanpa) dan mana (bentuk). jika digabungkan, nirmana artinya tanpa bentuk atau abstrak. ilmu nirmana inilah yang mwnjadikantiga warna primer merah, kuning, biru menjadi puluhan ribu warna berbeda.
 Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik,garis,warna ,ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mwmpunyai nilai keindahan. nirmama disebut juga ilmu tata rupa. elemen-elemen seni rupa dapat di kelompokkan menjadi empat bagian berdasarkan bentuknya ,seperti :
1. Titik
  Titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mwmpunyai dimensi. raut titik yang paling umum adalah bundaran sederhana, pampat tak bersudut dan tanpa arah.
2. Garis
  Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda,ruang,rangkaian masa, dan warna.
3. Bidang
  Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi panjang,lebar dan luas. mempunyai kedudukan, arah, serta dibatasi oleh garis.
4. Gempal
  Gempal adalah bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.

Penyusunan merupakan suatu proses pengaturan atau disebut juga komposisi dari bentuk-bentuk tertentu menjadi satu susunan yang baik. ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk tersebut. walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersipat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. perlu diketahui bahwa prinsip-prinsip ini bersipat subjektip terhadap penciptanya.
 Dalam ilmu desain grafis selain prinsip-prinsip diatas ada beberapa prinsif utama untuk tujuan komunikasi dari sebuah karya desain.
1. Ruang Kosong (white space)
  Ruang kosong dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam penempatannya sebuah bidang dan menjadikan sebuah objek menjadi dominan.
2. Kejelasan (clarity)
  Kejelasan atau clarity memengaruhi penapsiran penonton akan sebuah karya. bagaimana sebuah karya tersebut dapat mudah di mengerti dan tidak menimbulkan ambigu (makna ganda).
3. Kesederhanaan (simplicity)
  Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. kesederhanaan juga sering diartikan tepat dan tidak berlebihan..pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat unuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.
4. Emphasis (point of interest)
  Emphasis atau juga pusat perhatian merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistik.
 prinsip-prinsip dasar seni ripa sebagai berikut.
1. Kesatuan (Unity)
 kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai berai dan kacau balau sehingga karya tersebut tidak nyaman di pandang. prinsip ini sesungguhnta adalah prinsip hubungan. jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna,raut,arah, dan lain-lain) maka kesatuan telah tercapai.
2. Keseimbangan (balance)
  Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. seperti halnya jika kita melihat pohon arau bangunan yang akan roboh, kira merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah. keseimbangan adalah keadaan yang alami oleh suatu benda jika semua daya yang bekerja saling meniadakan. dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat di ukur tetapi dapat di rasakan,yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang ssling membebani.
3. Proporsi (proportion)
  Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya di perlukan perbandingan-perbandingan yang tepat. pada dasarnya, proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang.
4. Irama (rhythm)
  Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus-menerus. dalam bentuk-bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. prinsip irama adalah hubungan pengulangan dari bentuk-bentuk unsur rupa.
5. Dominasi (domination)

  Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa,yang harus ada dalam karya seni dan desain . dominasi berasal dari kata dominance, yang berarti keunggulan. sipat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. dalam dunia desain, dominasi juga sering disebut center of interest, focal point dan eye catcger. dominasi mempuntai beberapa tujuan, yaitu untuk menarik perhatian,menghilangkan kebosanan,dan untuk memecah keberaturan.

Makna dan Peranan Teater dalam Kehidupan Masyarakat



  Kata teater berasal dari bahasa Greek (yunani), yaitu thetron. Theatron adalah nama tempat untuk mengadakan pesta dan persembahan untuk para dewa. pesta di adakan untuk dewa Apollo, yaitu dewa yang memberikan kemakmuran dan persembahan untuk dewa Dyonesos, dewa penghancur. pada acara pesta masyarakat mendatangi suatu padang yang luas, dan saat itulah masyarakat berpesta ria. mereka menari mengikuti gerakan binatang, ada yang seperti macan dan ada juga yang seperti domba. mereka diperbolehkan saling mengejek sehingga suasananya riang gembira,santai,dan penuh humor.
   Namun , pada acara persembahan masyarakat tidak boleh mengejek. mereka tampak sedih, bahkan banyak yang berteriak histeris dan menangis. pada acara persembahan itu,seekor domba jantan disembelih. acara persembahan biasanya diadakan oada musim kemarau dengan harapan musim kemarau cepat berlalu.
  Sekarang ini peranan teater berbeda,tidak seperti pada zaman yunani karena teater tidak diartikan pada pemujaan para dewa. teater adalah pertunjukan yang dikelola bersama-sama dan disaksikan oleh penonton. teater bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga memberikan informasi tentang nilai kebenaran. sebagai seni,teater bisa mengubah dan mengasah sikap masyarakat. teater dapat berfungsi  sebagai sarana pendidikan ,estetik,etika,moral,sikap, dan budi pekerti. melalui teater masyarakat dapat melaksanakan tiga tujuan  pendidikan anak, yaitu kognitif,efektif dan psikomotorik.

B. Pesan Moral Teater dalam Kehidupan Masyarakat
  Pesan atau amanat dalam teater adalah hal-hal yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton. setiap pengarang dalam mengarang karya sastra,secara sadar atau tidak sadar,pasti mempunyai pesan yang ingin disampaikan melalui karyanya itu. pesan atau amanat bersipat subjektif, artinya setiap pembaca atau penonton mempunyai pemahaman yang berbeda terhadap pesan yang ada.

  Pesan atau amanat sering kali disamakan dengan tema, padahal keduanya berbeda. amanat bersipat akomodatip, karena amanat yang disampaikan pengarang mempunyai beberapa alternatif. sedangkan tema bersipat objektif. amanat bersipat kiasan dan umum, sedangkan tema bersipat lugas dan khusus.

Jumat, 08 Juli 2016

Pertunjukan Teater

 a. Tata panggung
    Tata panggung adalah pengaturan pemandangan dipanggung selama pementasan berlangsung. tujuannya tidak sekedar supaya permainan bisa dilihat penonton, tetapi juga menghidupkan pemeranan dan suasana panggung. tata panggung juga disebut dengan istilah tata dekorasi (scenery).  gambaran tempat kejadian lakon diwujudkan oleh tata panggung dalam pementasan. tidak hanya sekedar dekorasi (hiasan) semata, tetapi segala tata letak perabot atau piranti yang akan digunakan oleh aktor disediakan oleh penata panggung.. penataan panggung disesuaikan dengan tuntutan cerita, kehendak artistik sutradara,dan panggung tempat pementasan dilaksanakan. oleh karena itu, sebelum melaksanakan penataan panggung seorang penata panggung perlu mempelajari panggung pertunjukan.
b. Tata .Busana


 Tata busana adalah seni pakaian dan segala perlengkapan yang menyertai unntuk menggambarkan tokoh. tata busana termasuk akesori seperti, topi, sepatu, syal, kalung, gelang, dan segala unsur yang melekat pada pakaian. tata busana dalam teater memiliki peranan penting untuk menggambarkan tokoh. pada era teater primitif, busana yang dipakai berasal dari bahan-bahan alami,seperti tumbuhan,kulit binatang,dan batu-batuan untuk aksesori. ketika manusia menemukan tekstil dengan teknologi pengolahan yang tinggi,busana berkembang menjadi lebih baik. tata busana dapat dibuat berdasarkan budaya atau zaman tertentu. untuk membuat tata busana sesuai dengan adat dan kebudayaan daerah tertentu,diperlukan referensi khusus berkaitan dengan adat dan kebudayaan tersebut. jenis busana ini tidak bisa di samakan antara daerah satu dengan daerah lain. masing-masing memiliki ciri khasnya.  sementara itu, tata busana menurut zamannya bisa di generalisasi, artinya busana pada zaman atau dekade tertentu memiliki ciri yang sama.
  Busana dalam teater memiliki fungsi yang lebih kompleks,yaitu sebagai berikut.
1). menceritakan keindahan penampilan
2). membedakan satu pemain dengan pemain yang lain.
3). menggambarkan karakter tokoh
4). memberikan efek gerak pemain
5). memberikan efek dramatik.
c. Tata rias
  Tata rias secara umum dapat diartikan sebagai seni mengubah penampilan wajah menjadi lebih sempurna. tata rias dalam teater mempunyai arti lebih spesipik,yaitu seni mengubah wajah untuk menggambarkan karakter tokoh. contohnya, teater yunani yang memakai topeng lebih besar dari wajah para pemain dengan garis tegas agar ekspresinya dapat dilihat oleh penonton. beberapa teater primitif menggunakan bedak tebal yang biasa dibuat dari bahan-bahan alam,seperti tanah,tulang,tumbuhan dan lemak binatang. pemakaian tata rias akhirnya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa teater.
  Tata rias dalam teater memiliki fungsi sebagai berikut.
1). menyempurnakan penampilan wajah
2). menggambarkan karakter tokoh
3). memberi efek gerak pada ekspresi pemain
4). menegaskan dan menghasilkan garis-garis wajah sesuai dengan tokoh
5). menambah aspek dramatik
d. Tata Cahaya  
  

cahaya adalah unsur tata artistik yang paling penting dalam pertunjukan teater. tanpa adanya cahaya, penonton tidak dapat menyaksikan apa-apa. dalam pertunjukan era primitif,manusia hanya menggunakan matahari, bulan atau api untuk menerangi . sejak ditemukannya lampu penerangan ,manusia menciptakan modipikasi dan menemukan hal-hal baru yang dapat di gunakan untuk menerangi panggung pementasan. seorang penata cahaya prlu mempelajari pengetahuan dasar dan penguasaan peralatan tata cahaya. pengetahuan dasar ini selanjutnya dapat di terpkan dan dikembangkan dalam penataan cahaya untuk kepentingan artistik pemanggungan.
e. Tata suara



  Tata adalah suatu usaha pengaturan terhadap suatu bentuk,benda, dan sebagainya untuk tujuan tertentu. suara adalah getaran yang dihasilkan oleh sumber bunyi biasanya dari benda padat yang merambat melalui media atau peranta . perantara dapat berupa benda padat,cair, dan udara kepada alat pendengaran. tata suara adalah suatu usaha untuk mengatur,menempatkan,serta memanfaatkan sebagai sumber suara sesuai dengan etika dan estetika untuk suatu tujuan tertentu, misalnya untuk pidato,penyiaran,recording dan pertunjukan teater.